Foto ilustrasi: Memilih asisten rumah tangga (ART) gampang-gampang susah. (scoopempire.com) Ilustrasi ART (scoopempire.com)
Minggu, 30 Juli 2017 01:30 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Rina Wijayanti Relation Share :

TIPS KELUARGA
Perhatikan Ini Sebelum Memilih Asisten Rumah Tangga

Ada sejumlah hal sebelum Anda memutuskan mencari pembantu.

Solopos.com, SOLO — Tidak sedikit kaum ibu bekerja membutuhkan asisten rumah tangga (ART) untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun memilih asisten rumah tangga  itu susah-susah gampang.

Memang sudah ada lembaga yang menyalurkan ART dan mereka biasanya juga sudah dididik. Yang jadi masalah, kadang pembantu tersebut tidak cocok dengan anak kita.

Psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tuti Harjayani, mengatakan untuk mendapatkan pembantu yang bisa cocok dengan anak-anak, majikan harus mempertimbangkan psikologis ART tersebut. Jika ART merasa nyaman dengan keluarga tempatnya bekerja, ia tentu akan bersikap baik dan menyenangkan kepada anggota keluarga, termasuk anak-anak.

“Yang penting saling menghormati sebagai manusia, menjaga hak azasi, saling membutuhkan dan saling melengkapi. Jika mereka saling menghormati, akan semakin terasa saling ketergantungannya,” tutur dia, belum lama ini.

Di era modern seperti saat ini, makin sulit mencari asisten rumah tangga yang pas. Karena semakin sedikit orang yang mau bekerja sebagai ART karena pekerjaan itu dianggap mengurangi kebebasan, khususnya bagi ART yang tinggal di rumah majikan. Selain itu, banyak pekerjaan lain yang menjanjikan gaji lebih besar.

Menurutnya, ada tren baru di kalangan ART. Mereka menjadi ART paruh waktu yang bekerja hanya beberapa jam sehari di satu rumah. Satu ART bisa bekerja di 3-4 rumah dengan bayaran sekitar Rp400.000 per bulan per rumah.

“Para ART biasanya adalah orang yang tinggal tak jauh dari majikan. Mereka tinggal bersama keluarga mereka. Ini sebenarnya menguntungkan majikan karena tak harus menyediakan kamar khusus,” ujarnya.

Seseorang bisa mendapatkan ART dengan berbagai jalur, misalnya memanfaatkan agen penyaluran IRT. Bisa juga dengan memberdayakan warga sekitar atau saudara jauh. Namun, kuncinya, perubahan zaman telah membawa perubahan pada relasi ART dengan majikan.

Kalau dulu, ART berada pada posisi serba kurang. Tapi saat ini majikan harus berupaya menempatkan ART dalam posisi sejajar. “Ada hubungan saling membutuhkan. Untuk itu ada hubungan saling memahami sikap menggunakan cara-cara tertentu,” kata dia.

Yang perlu diperhatikan juga, harus mengetahui latar belakang PRT agar mempermudah menemukan kecocokan kultur antara pemilik rumah dengan PRT. Pengalaman bekerja sebagai PRT juga penting, karena pemilik rumah akan memiliki alasan untuk memakai jasanya.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…