Foto ilustrasi: Spa bayi memiliki banyak manfaat. (mamamia.com.au) Spa bayi memiliki banyak manfaat. (mamamia.com.au)
Minggu, 30 Juli 2017 05:30 WIB Arif Fajar S/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS ASUH ANAK
Ini Manfaat Spa Bayi

Kali ini membahas manfaat spa bayi.

Solopos.com, SOLO — Bunda, apakah bunda sering mengajak bayi untuk spa khusus bayi?  Spa bayi memiliki banyak manfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mulai mengajak buah hatinya melakukan spa sejak dini.

Pemilik tempat spa khusus para ibu, bayi dan anak  Suiss, Aisyah Tourianti, menerangkan paket spa bayi standar meliputi senam, berenang dan pijat bayi. Senam bertujuan untuk melenturkan tubuh bayi atau sebagai pemanasan sebelum berenang.

Aktivitas berenang bertujuan melatih motorik bayi karena otomatis tangan dan kaki bayi akan bergerak-gerak di air. “Berenang ini secara psikologis juga bertujuan melatih kemandirian anak. Jika biasanya ia selalu digendong ibu atau pengasuhnya, ketika berenang bayi akan dilepas di kolam renang bayi,” jelasnya kepada Solopos.com, Solo, belum lama ini.

Setelah berenang, kata Aisyah, bayi akan dipijat. Pelanggan bisa memilih pijat bayi biasa atau pijat bayi dengan aromaterapi. Aromaterapi yang ditawarkan ada yang khusus untuk bayi yang susah tidur, kecapekan, ada juga untuk bayi yang sedang batuk pilek.

“Kalau teknik pemijatannya sama dengan pijat bayi standar. Aromaterapi ini sifatnya hanya tambahan bagi yang menginginkan agar anak lebih rileks,” terangnya.

Dokter spesialis anak Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, dr. Rusmawati Sp.A. mengungkapkan spa bayi bisa merangsang motorik bayi, menjaga keseimbangan, melatih syaraf bayi agar terangsang, melatih kemandirian. “Semuanya itu sangat berguna untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi,” jelasnya.

Ketika kepala bayi mulai tegak atau bayi berumur sekitar tiga bulan, terangnya, bayi sudah bisa diikutkan program spa bayi. Bayi yang umurnya kurang dari tiga bulan, biasanya kondisinya masih lemah sehingga belum disarankan ikut spa bayi.

Namun ia menekankan bayi harus dalam kondisi fit dan tidak mengalami kelainan jantung. Jika bayi sedang sakit, misalnya panas, sebaiknya tidak melakukan spa bayi. Meski bayi baru saja diimunisasi, jika badannya tidak panas, bisa ikut spa bayi.

“Kalau frekuensinya bisa sepekan sekali,” ujarnya.

Aisyah mengatakan spa bayi sebaiknya dilakukan secara rutin. Misalnya dua pekan sekali. Tujuannya agar bayi semakin terlatih motoriknya.

Khusus pijat bayi yang biasanya merupakan rangkaian kegiatan spa bayi, ungkap Rusma, bisa dilakukan setiap hari. Pijat bayi sangat bermanfaat untuk merangsang syaraf bayi, melatih motorik dan menimbulkan ketenteraman kepada bayi.

“Sentuhan manusia itu sifatnya menenteramkan. Jadi sangat dibutuhkan bayi. Selama ini, bayi prematur yang sering mendapat sentuhan tumbuh kembangnya lebih baik dibandingkan bayi prematur yang hanya diletakkan di inkubator ,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…