Minggu, 30 Juli 2017 18:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Seorang Calon Haji asal Gunungkidul Gagal Berangkat

Menjelang keberangkatan yang tinggal menghitung hari, seorang jemaah calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Gunungkidul gagal berangkat ke Tanah Suci

 

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Menjelang keberangkatan yang tinggal menghitung hari, seorang jemaah calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Gunungkidul gagal berangkat ke Tanah Suci. Kegagalannya berangkat itu lantaran meninggal dunia disebabkan sakit paru-paru yang telah diderita.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul, Mukotib mengatakan keberangkatan calhaj dari Gunungkidul tidak akan komplit sesuai daftar.

Pasalnya kini calhaj berkurang satu dikarenakan menginggal dunia. “Salah seorang calhaj perempuan atas nama Sri Suarni Joko Suwarno meninggal hari ini [Minggu 30/7/2017],” katanya, Minggu.

Meninggalnya calhaj asal Dusun Tegalmulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari itu disebabkan penyakit paru-paru yang memang sudah diderita sejak lama. Ibu berusia 65 tahun itu meninggal saat sedang berkunjung di rumah saudaranya di Kabupaten Kulonprogo.

Di sisi lain, pihaknya menghimbau agar seluruh calhaj menjaga kesehatanya menjelang keberangakatan ke Tanah Suci. Terlebih di Arab Saudi sendiri saat ini sedang dilanda suhu tinggi, suhu luar ruangan di sana mencapai 45 sampai 50 derajat celcius. Sehingga pihaknya meminta seluruh calhaj untuk bersiap.

Pihak Kemenag pun juga akan melakukan pendampingan intensif saat di Tanah Suci. Standart Standar Operasional Prosedur (SOP) menjalankan Ibadan haji akan betul-betul dijaga. Selain itu nantinya jemaah juga akan dianjurkan untuk memakai masker basah karena tingginya suhu udara di Tanah Suci.

“Kami akan menjaga jemaah lebih intensif, hal itu akan dilakukan petugas kami di lapangan. Khususnya dokter dan perawat yang juga akan mengawal para jemaah. Kemudian kami juga akan melakukan pengamanan dan pengawalan khusus, kemarin semua petugas sudah saya koordinasikan saat rapat,” ujarnya.

Kemenag Gunungkidul akan menugaskan sedikitnya lima petugas yang akan mengawal jemaah di Tanah Suci.  Dua petugas akan khusus mengawal jemaah sebagai ketua kelompok. Sementara tiga orang lainnya merupakan seorang dokter dan dua orang perawat yang akan memberikan pelayanan kesehatan bagi para jemaah.

Mukotib mengatakan, pelayanan kesehatan terhadap para jemaah nantinya sangat penting. Pasalnya dari 364 calhaj yang akan diberangkatkan, banyak diantaranya yang sudah tua dan memiliki keluahan penyakit tertentu. Sehingga sebelum pemberangkatan pada 3 Agustus dan 5 Agustus 2017 nanti, calhaj dihimbau untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatannya.

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…