Ratusan warga dari sejumlah ormas di Boyolali berdemo di depan Patung Soekarno, Minggu (30/7/3017) sore. (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Ratusan warga dari sejumlah ormas di Boyolali berdemo di depan Patung Soekarno, Minggu (30/7/3017) sore. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Minggu, 30 Juli 2017 20:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Ratusan Warga Boyolali Gelar Aksi Dukung Perppu Ormas

Ratusan warga Boyolali menggelar aksi unjuk rasa simpang Tugu Patung Soekarno mendukung Perppu Ormas.

Solopos.com, BOYOLALI — Ratusan warga dari sejumlah ormas keagamaan di Boyolali menggelar aksi damai di simpang tugu Patung Soekarno Komplek Pemkab Boyolali, Minggu (30/7/2017) sore.

Dalam aksi tersebut, massa mendukung Perppu No. 2/2017 tentang Ormas dan menolak radikalisme di bumi Indonesia. Aksi damai diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan yel-yel NKRI harga mati.

Massa terdiri dari Nahdlatul Ulama, Banser, Pemuda Ansor, Fatayat, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta Pemuda Pancasila (PP). Koordinator aksi, Khoirudin Ahmad, menegaskan NKRI didirikan para ulama dengan pengorbanan darah para santri.

Tak hanya itu, NKRI juga hasil kesepakatan para pendiri bangsa, tokoh lintas agama dari berbagai suku dan wilayah. Oleh sebab itulah, siapa pun yang akan mengubah NKRI dengan ideologi selain Pancasila, akan berhadapan dengan NU dan Pemuda Ansor.

“Kami akan tetap memperjuangkan NKRI sampai titik darah penghabisan. Meski pun nantinya hanya NU yang membela NKRI, kami pantang mundur,” ujar Ketua GP Ansor Boyolali itu.

Ahmad menegaskan saat ini serangan dari ideologi anti-Pancasila melalui media sosial sangat massif. Untuk itulah, diperlukan gerakan tandingan untuk membentengi Pancasila dari serangan melalui media sosial.

“NU sudah menerjunkan tim cyber untuk membendung ideologi ideologi anti-Pancasila melalui medsos,” teganya.

Aksi ditutup dengan penandatanganan empat pernyataan sikap. Pertama, meminta pemerintah menjaga NKRI dan menjaga ideologi Pancasila. Kedua, menolak segala upaya gerakan yang merongrong Pancasila. Ketiga, menolak radikalisme dan terorisme. Keempat, mendukung Perppu No. 2/2017 demi keutuhan NKRI.

 

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…