Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari) Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)
Minggu, 30 Juli 2017 20:01 WIB Lingga Sukatma Wiangga/JIBI/Bisnis Politik Share :

PILPRES 2019
PKB Sodorkan Muhaimin Jadi Cawapres Jokowi

PKB menawarkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Solopos.com, JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mengambil ancang-ancang terkait dengant pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di Jawa Barat dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Politikus PKB Maman Imanulhaq menyatakanbahwa kontestasi Pilpres 2019 masih sangat dinamis. Dia pun mengakui elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) atas kinerja dan tingkat kepuasan kembali meningkat.

Dia berharap Jokowi menghitung cermat partai pendukungnya. Dia menilai partai yang tak sejalan namun masih ada di koalisi harus mendapatkan sikap tegas. Untuk Pilpres 2019, partainya bahkan akan menyodorkan Muhaimin Iskandar sebagai wakil Jokowi.

“Karena beliau merepresentasikan pemimpin muda dan berpengalaman. Beliau menjadi pemimpin partai, pernah di parlemen dan punya pengalaman jadi menteri dan merepresentasikan Islam moderat,” ujarnya, Minggu (30/7/2017).

Adapun terkait pemilu daerah di Jawa Barat, Maman mengatakan dirinya pribadi yang akan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur di sana. Di DPRD Jawa Barat, PKB memiliki tujuh kursi.

“Kami ada tujuh kursi jadi butuh koalisi nanti saya sendiri akan mencalonkan jadi wagub Jabar yang akan ditentukan di musyawarah wilayah PKB di Bekasi 2 Agustus nanti,” ucapnya.

Dalam Pilkada Jabar pihaknya akan menyoroti empat isu krusial yaitu pembangunan infrastruktur di Jawa Barat bagian selatan, masalah lingkungan dengan fokus sungai Citarum yang menjadi sungai terkotor, isu pendidikan dan toleransi.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…