Ribuan peserta mengikuti event Tour De Merapi 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Sleman, Minggu (30/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Ribuan peserta mengikuti event Tour De Merapi 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Sleman, Minggu (30/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 30 Juli 2017 23:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Peserta Tour De Merapi Melebihi Target

Antusiasme masyarakat mengikuti event touring ‘Tour De Merapi’ 2017 sangat tinggi

Solopos.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat mengikuti event touring ‘Tour De Merapi’ 2017 sangat tinggi. Dari target 500 motor dengan 1000 orang peserta, kegiatan tersebut justru diikuti 708 motor dengan 1.416 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih menyampaikan, peserta Tour De Merapi (TDM) 2017 melebihi target yang dicanangkan. Hal itu menunjukkan, event TDM sangat diminati masyarakat baik umum maupun komunitas penggemar sepeda motor. Mereka yang berlartisipasi berasal dari wilayah DIY maupun luar daerah.

“TDM tahun ini mengambil tema ”Ayo ke Desa Wisata Sleman”. Tujuannya untuk mengenalkan potensi obyek serta daya tarik wisata di Sleman tersebut,” kata Sudarningsih di sela-sela kegiatan, Minggu (30/7/2017).

Menurut Sudarningsih, rute Tour De Merapi ini menempuh jarak kurang lebih 100 Km yang terbagi menjadi lima pos. Par peserta berangkat dari Lapangan Pemda Sleman-perempatan Denggung-Jl. Gito-Gati-Kamdanen-Merapi View-Gandok-Bakungan-Jogja Bay- Stadion Maguwo-Tajem-Kadisoko-Perumahan Purwomartani-Kalimati-Kalasan (Pos 1). Kemudian dilanjutkan menyusuri Prambanan-Bokoharjo-Rumah Dome (Pos 2), Lava Bantal-Berbah-Jl. Solo-Bandara Adisutjipto-UPN-Terminal Jombor-Ketingan (Pos 3).

Peserta kemudian melewati Desa Jethak II (Pos 4), Cibuk Kidul-Pundong-Seyegan-Pasar Ngino-Tempel-Trumpon-Tlatar (Pos Kuis)-Nganggring (Pos isian survey)-Girikerto-Pancoh (Pos 5). Selanjutnya para peserta menyusuri Boyong-Gardu Pandang Boyong dan finish di Tlogo Putri Kaliurang.

Event ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan baik ke desa wisata maupun obyek wisata yang lain dengan mengajak semua pihak untuk lebih mengenal potensi wisata yang ada di Sleman,” tambah Sudarningsih.

Para peserta diajak menjelajahi keunikan potensi wisata dan budaya Sleman. Gelaran Tour de Merapi merupakan event dua tahunan dengan kriteria bersepeda motor, maksimal 250 CC, dan berboncengan.

Pada event tahun ini, peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp125.000 dan mendapat fasilitas jaket, t-shirt, nasi box, asuransi dan kupon doorprize. Peserta juga mendapat tabungan BRI senilai Rp50.000, serta atraksi kesenian menarik yang disediakan oleh panitia.

Peserta yang beruntung mendapatkan doorprize utama dua buah sepeda motor, lima buah sepeda gunung, tiga buah TV, Kulkas, lima buah kompor gas, dan hadiah menarik lainnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir membuka acara tersebut menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa berupaya untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah Sleman. Salah satunya melalui Event Tour de Merapi tersebut.

Menurutnya, Desa wisata sebagai salah satu produk unggulan daerah terus dikembangkan dan dikelola agar keberadaannya dapat optimal dalam memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus memiliki nilai jual sebagai objek wisata.

“Harapannya Tour de Merapi dapat semakin meningkatkan kegiatan pariwisata di Sleman dan DIY pada umumnya, terutama untuk menikmati keindahan potensi wisata  yang ada di Sleman,” kata Muslimatun.

lowongan kerja
lowongan kerja CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…