Pegawai minimarket di Tembalang, Kota Semarang, Jateng yang dituduh warganet telah melakukan penipuan. (Facebook.com-Arya Morosari) Pegawai minimarket di Tembalang, Kota Semarang, Jateng yang dituduh warganet telah melakukan penipuan. (Facebook.com-Arya Morosari)
Minggu, 30 Juli 2017 22:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENIPUAN SEMARANG
Awak Minimarket Tembalang Dituding Curang, Begini Pembelaan Warganet

Penipuan yang ditudingkan ke pegawai minimarket di Tembalang, Kota Semarang, membuat warganet membelanya.

Solopos.com, SEMARANG – Pegawai minimarket di kawasan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dituduh melakukan penipuan dengan menyematkan tanda harga yang tak sesuai pada barang yang dijual. Tuduhan itu justru membuat sebagian warganet membela awak minimarket tersebut dengan berbagai alasan.

Perbincangan publik pengguna Internet (netizen) mengenai penipuan yang ditudingkan kepada pegawai minimarket di Tembalang ramai dibicarakan di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Diskusi warganet itu bermula saat pengguna akun Facebook Rickyu Chuah Slankers membagikan kiriman video milik pengguna akun Facebook Arya Morosari ke dinding grup Facebook tersebut, Sabtu (29/7/2017).

Dalam video yang diunggah itu, terdengar seorang pelanggan memarahi dua pegawai minimarket yang ia dituding melakukan penipuan. Ia mengklaim dua pegawai tersebut telah sengaja menyematkan harga yang salah pada produk sikat gigi.

“Itu tulisannya Rp10.700, pas saya bayar jadi 17.200? Ini baru satu orang, belum lagi yang lain,” ujar pria yang tak menampakkan wajahnya sembari melakukan perekaman video itu.

Pria tersebut juga tak memberi kesempatan kepada para pegawai untuk memberikan penjelasan. Bahkan kata-kata kasar dilontarkan pria yang menjadi pelanggan di minimarket di Tembalang itu.

“Kamu kalau minta uang, minta saja. Itu bukan display, display kok salah semua? Itu jebakan. Itu baru satu konsumen, kalau sini buka 24 jam berapa yang kamu bajing dalam sehari?” tuduhnya.

Pria yang melontarkan tudingan penipuan itu lantas meminta nomor telepon kepala minimarket tersebut sembari menlontarkan umpatan. “Wis cepet ditulis [nomor telepon kepala minimarket], saya enggak ada waktu untuk nglayani sampean. Wis bajingan ngeyel wae. Ora usah astaghfirullah, bajingan enggak kenal astaghfirullah, nek niat mbajing kae lo wong sugih-sugih ojo bangsamu dewe mbok bajingi!” ujar pria tersebut.

Namun, kebanyakan warganet yang mengetahui video tersebut tak setuju dengan tuduhan bahwa pegawai minimarket itu melakukan penipuan. Menurut mereka, kesalahan harga dapat terjadi tanpa disengaja.

Dalam video itu, pegawai minimarket tersebut bahkan sudah menunjukkan struk pembayaran sebagai bukti ia tak melakukan penipuan. “Gitu kan kadang ada yang lupa ganti hargane, namanya juga manusia, pasti ada lupa, ketlingsut juga, ganti harga kalo barang 1 toko juga banyak, biasane ganti harga juga malam sampai pagi, kasihan mereka, mungkin pas lelah jadi g teliti,” ungkap pengguna akun Facebook Alfi Chemplon.

Sakne mase Indomaret. Kalau cetak di print out, g mungkin kenakalan. Mase juga sudah minta maaf. Kui nek mas’e di pecat bapak’e dosa lhooo. Kan nutupi rejekine wong. Kalau g dikasih print out, alias nota, kui baru kecurangan,” tulis pengguna akun Facebook Farida Shinta Dewi.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya menganggap video tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi awak minimarket untuk berhati-hati dan teliti dalam memasang etiket harga. Selain untuk menghindari kejadian seperti itu, ketelitian pegawai juga akan membuat konsumen nyaman dalam berbelanja.

Terlepas dari itu, video yang memuat tudingan penipuan kepada pegawai minimarket di Tembalang, Kota Semarang itu berhasil menyita perhatian warganet. Belum genap sehari diunggah, video tersebut sudah dibaikan 247 kali, dkomentai sebanyak 950 kali, dan telah meraih lebih dari 1.000 tanda suka. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK DI SINI untuk melihat rekaman videonya
KLIK
dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…