Ilustrasi Malaysia Airlines (wikipedia.org) Ilustrasi pesawat terbang milik maskapai Malaysia Airlines (wikipedia.org)
Minggu, 30 Juli 2017 01:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Murah, Malaysia jadi Tujuan Wisata Favorit

Wisata Malaysia diminati warga

Solopos.com, JOGJA-Minat masyarakat untuk berwisata ke luar negeri semakin tinggi. Malaysia menjagi negara tujuan wisata favorit karena biaya murah dan dekat.

Travel Agent Keyz Travel mengalami lonjakan permintaan wisatawan ke Malaysia setiap bulannya. Setidaknya pertumbuhan permintaan perjalanan wisata ke negara itu mencapai 20% setiap bulan.

“Minat [berwisata] ke Malaysia lebih tinggi bahkan daripada ke Indonesia, karena harganya lebih murah dan juga dekat,” kata pemilik Keyz Travel Inka Kusumawardani  pada Solopos.com, Jumat (28/7/2017).

Inka mengatakan, kendati terhitung perjalanan wisata ke luar negeri, biaya perjalanan wisata ke Malaysia lebih terjangkau dari segi biaya. Untuk privat trip misalnya, kata Inka, wisatawan cukup mengeluarkan biaya 500-600 Ringgit atau minimal Rp1,550 juta per hari. Dengan biaya sebesar itu, wisatawan sudah dapat menikmati 8-12 destinasi wisata. Pada beberapa kesempatan, Keyz Travel bahkan bisa mengeluarkan tiket ke Malaysia pulang pergi Rp550.000, sementara jika ke Lombok dan Bali, tiket sebesar itu hanya bisa digunakan untuk satu kali jalan.

Sebenarnya, kata dia, permintaan klien untuk berwisata ke negara lain seperti Thailand dan Singapura cukup tinggi. Hanya saja biaya wisata ke dua negara tersebut terlampau tinggi. “Selisihnya kalau sama Malaysia paling bisa 30 persen. Masalahnya kan Singapura biaya hidupnya tinggi. Untuk air mineral saja harganya bisa Rp20.000 sampai Rp50.000,” katanya.

Permintaan wisata ke Malaysia mengalami peningkatan pesat saat Lebaran. Inka mengatakan, selama Lebaran, ia melayani tiga grup wisatawan dengan personil 4-6 orang.

Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita)DIY juga mencatat adanya pertumbuhan jumlah orang Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Mayoritas negeri yang dituju memang di kawasan Asia seperti Malaysia, Jepang, Singapura, dan Thailand. Kendati demikian, ada pula sebagian kecil warga Indonesia yang berjelajah wisata di Eropa. “Rata-rata kenaikan [kunjungan orang Indonesia ke luar negeri] di atas 20 persen. Walau saya tidak mendapat jumlah pastinya tetapi ini menunjukkan tren positif,” katanya.

Udhi meyakini, jika kondisi ekonomi Indonesia membaik maka minat wisata ke luar negeri akan semakin meningkat.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…