Persebi Boyolali (Istimewa) Persebi Boyolali (Istimewa)
Minggu, 30 Juli 2017 23:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Gara-Gara Sanksi, Persebi Tak Lolos ke Semifinal

Liga 3 diwarnai dengan Persebi yang mendapat sanksi dari PSSI.

Solopos.com, BOYOLALI — Persebi Boyolali berencana banding atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah yang menyatakan mereka kalah walk out (WO) 0-3 pada Persis Gotong Royong (GR) menyusul pembatalan pertandingan di Stadion Pandan Arang, 23 Juli 2017. Hasil ini pun memusnahkan harapan Persebi untuk lolos ke semifinal Liga 3.

Persebi menilai ada indikasi main mata dalam turunnya keputusan Komdis bernomor 20/KD/PSSI-JTG/VII/2017 tersebut. Selain kalah WO, Persebi dilarang tampil di kandang sendiri dalam tiga pertandingan mendatang. Dalam surat tertanggal 29 Juli 2017 itu, panpel Persebi dianggap tidak mengindahkan sikap sportif, respek dan fair play karena gagal melaksanakan pertandingan.

Sanksi ini berawal ketika pihak keamanan terlambat mengawal pertandingan Persebi melawan Persis GR dalam lanjutan babak enam besar Liga 3 zona Jawa Tengah di Stadion Pandan Arang. Hingga waktu kick off pukul 15.30 WIB, baru empat polisi yang muncul di stadion.

Pengawas pertandingan (PP) pun memutuskan menunda laga hingga waktu yang belum ditentukan setelah polisi tak kunjung hadir hingga pukul 15.40 WIB.  PP kemudian melaporkan kejadian itu ke Asprov PSSI Jateng.

Manajer Persebi, Sunarno, tak habis pikir dengan sanksi yang diberikan Komdis. Pihaknya menilai Persebi tak bisa dikategorikan kalah WO karena telah hadir di lapangan dan siap bermain. Sunarno pun menyebut aparat kepolisian sudah datang pukul 15.45 WIB dan siap mengamankan pertandingan.

“Nyatanya pemain Persis GR sudah pulang duluan dengan alasan keamanan. Lantas kenapa kami yang malah diberi sanksi WO? Ini kan tidak nalar,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (30/7/2017).

Sunarno menyayangkan sikap PP yang kurang fair dalam melihat kondisi di stadion. Dia menyebut tak ada potensi bentrok meski laga belum dikawal aparat lengkap. Pantauan Solopos.com saat itu, penonton laga tak lebih dari ratusan orang. Dalam technical meeting telah disepakati ada 39 personel polisi yang akan mengawal pertandingan Persebi versus Persis GR.

“Anda bisa lihat sendiri berapa penonton dan suporter yang datang? Apakah dengan jumlah segitu risiko bentrok akan besar? Kami jelas akan banding karena ada indikasi main mata dari keputusan Komdis,” tegasnya.

Asisten Manajer Persis GR, Totok Supriyanto, mengaku sudah mendengar kabar timnya menang WO atas Persebi menyusul pembatalan laga 23 Juli 2017. Namun pihaknya masih enggan berkomentar banyak mengenai keputusan tersebut.

“Kami belum menerima surat resminya,” ujar Totok. Sebelumnya, Totok mengklaim Persis GR layak menang WO karena panpel Persebi tidak becus saat menggelar laga.

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…