Farhat Abbas tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan) Farhat Abbas tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)
Minggu, 30 Juli 2017 17:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Issue Share :

Lama Tak Ada Kabar, Farhat Abbas Ingin Jadi Ulama

Farhat Abbas mengaku ingin menjadi ulama dan menghafal Alquran.

Solopos.com, SOLO – Farhat Abbas dikenal sebagai pengacara yang penuh dengan kontroversi. Sederet kasus pernah menimpa mantan suami Nia Daniati tersebut. Setelah sekian lama menghilang tanpa kabar, Farhat muncul dengan pernyataan cukup mengejutkan. Ia mengaku ingin jadi ulama.

Sebagai informasi, pasca-bercerai, Farhat bersitegang dengan Nia gara-gara harta gana-gini. Selanjutnya, pria 41 tahun tersebut sempat berkasus dengan musisi Ahmad Dhani.

Beberapa waktu lalu Farhat melontarkan ucapan kasar terhadap mantan suami Maia Estianty itu di lini media sosial.

Beruntung kasusnya dengan Dhani berujung damai. Pria beda profesi itu memutuskan berteman pada akhir 2016 dan secara resmi mengakhiri perseteruan panjang mereka yang sudah menjadi bahan konsumsi publik.

Ingin melepas image buruk di masyarakat, Farhat memilih memperdalam ilmu agama. Dilansir Okezone dari tayangan Go Spot pada Minggu (30/7/2017), Farhat berharap dapat menghafal Alquran. Dengan wajah serius, ia juga ingin beralih profesi menjadi seorang ulama.

“Yah dulu pengen jadi presiden, sekarang pengen jadi ulama, pengin hafal Alquran gitu. Pokoknya cita-cita saya pingin menghafal Alquran saja,” ujarnya.

Pria asal Riau itu tengah sibuk memperbaiki sikap di mata Tuhan. Farhat ingin tampil lebih sempurna di bidang agama. Ia sudah lelah dengan kehidupan duniawi yang penuh dengan kamuflase.

“Saya pengin sempurna di hadapan Allah. Enggak boleh sempurna di depan istri, sempurna di depan teman enggak ada gunanya. Enggak ada uang pura-pura ada uang, ngehebat-hebatin diri biar ada gunanya,” sambungnya.

KSP ARTHA MULIA CABANG KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…