Ilustrasi gamelan (Jambitourism.co.id) Ilustrasi gamelan (Jambitourism.co.id)
Minggu, 30 Juli 2017 03:22 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KESENIAN TRADISIONAL SLEMAN
Nyaris Punah, Disbud Gelar Revitalisasi Drama Tari “Antup”

Kesenian tradisional Sleman untuk merevitalisasi program

Solopos.com, SLEMAN – Jenis kesenian tradisional Drama Tari “Antup” saat ini dinilai menjadi salah satu jenis kesenian di Sleman yang langka dan hampir punah. Drama Tari Antup merupakan jenis kesenian tradisional yang keberadaannya hanya dimiliki oleh masyarakat Dusun Janturan Tirtoadi Mlati.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Aji Wulantara, kesenian Antup itu muncul dan berkembang pada 1935 silam. Untuk melestarikan dan mengangkat kembali drama tari tersebut, Disbud memasukkan kesenian itu dalam program merevitalisasi kesenian tradisional. “Kami berharap agar potensi tersebut tetap dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat,” katanya, Jumat (28/7/2017).

Aji menjelaskan, pihaknya melakukan revitalisasi dengan mementaskan kembali drama tari tersebut untuk bisa ditonton dan dinimati oleh warga masyarakat luas. Pentas ini diharapkan bisa sebagai bahan pembelajaran untuk dikembangkan kembali untuk menggairahkan kegiatan seni budaya di masyarakat. “Revitalisasi dilakukan dengan pengembangan dramatari. Ini akan menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa persatuan masyarakat,” harapnya.

Gerakan dalam dramatari Antup merupakan gerak impovisanya disesuaikan dengan masa kini sehingga gerak yang dihasilkan bersifat sederhana sesuai dengan cirri-ciri tarian rakyat. Iringan musik yang digunakan pada awalnya berupa bilahan bambu yang nadanya disesuaikan dengan gamelan slendro dengan lagu “Kecik-Kecik”. Kostum pemain dramatari Antup berbentuk sederhana dan tutup kepala atau irah-irahan/ jamang dengan menggunakan daun nangka.

Namun dalam perkembangannya pementasan drama tari Antup menggunakan iringan dengan perpaduan dengan gamelan dan kostumnya menyesuaikan. Pada awalnya pertunjukan dramatari Antup digunakan sebagai media pendidikan anak dalam bidang pertanian dan ceritanya berisikan cerita dalam kehidupan sehari-hari.

CV.TIGA SELARAS BERSAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…