Dokter hewan asal Grasak, Gondang, Sragen, drh. Aisyiyah, menggendong lutung bernama Julia yang terkena tembakan pemburu, Sabtu (29/7/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Dokter hewan asal Grasak, Gondang, Sragen, drh. Aisyiyah, menggendong lutung bernama Julia yang terkena tembakan pemburu, Sabtu (29/7/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 30 Juli 2017 12:39 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KESEHATAN HEWAN SRAGEN
Terkena 7 Peluru Pemburu, Lutung Ketanggung Dirujuk ke Jogja

Kesehatan hewan Sragen, seekor lutung terkena tujuh peluru yang ditembakkan pemburu.

Solopos.com, SRAGEN — Seekor lutung betina ditemukan dalam kondisi sakit akibat terkena tujuh tembakan pemburu di wilayah Desa Ketangung, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/7/2017).

Lutung yang belakangan diberi nama Julia itu sempat dibawa ke dokter hewan di Dukuh Grasak, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, untuk proses operasi. Informasi itu disampaikan Sumarni, 52, warga Dukuh Grasak Kidul RT 036, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, saat ditemui wartawan, Sabtu (29/7/2017) sore.

Sumarni bercerita pada Kamis sore ada dua orang warga Ketanggung yang datang membawa hewan primata yang sakit. Dia menyampaikan hewan lutung itu terkena tujuh tembakan pemburu tidak dikenal.

“Asal usul lutung itu dari mana tidak diketahui. Kemungkinan dari hutan di wilayah Ketanggung itu. Kebetulan anak saya, drh. Aisyiyah Purnomo Sari, meminta supaya lutung itu dirawat di rumah. Anak saya langsung berkoordinasi dengan BKSDA [Balai Konservasi Sumber Daya Alam] di Solo. Kemudian setelah menjalani puasa, lutung itu dioperasi bedah untuk mengambil peluru di kepalanya,” ujar Sumarni.

Sumarni ikut terlibat dalam operasi lutung yang dilakukan pada Jumat (28/7/2017) pukul 12.45 WIB. Namun, operasi yang dilakukan drh. Aisyiyah dan Sumarni hanya berhasil mengangkat dua peluru yang bersarang di kepala si lutung.

Setelah operasi itu, kata dia, kondisi kesehatan lutung membaik dan sudah doyan makan. Kemudian petugas dari BKSDA Jateng Wilayah I Surakarta Wiranto datang untuk membawa satwa yang dilindungi itu ke Solo atau Jogja untuk pengobatan lebih lanjut.

“Baru tadi siang [Sabtu] pukul 14.00 WIB, Mas Wiranto datang untuk membawa Julia ke rumah sakit. Julia akan dirontgen. Saat mendengar Mas Wiranto telepon itu tiba-tiba Julia drop dan lemas. Padahal sejak pagi tadi mau makan pisang dan timun dan sudah sehat. Anak saya pulang dari kerjanya di Grobogan dan memeriksa Julia,” ujarnya.

Drh. Aisyiyah sibuk menghubungi sejumlah dokter hewan di Solo dan Jogja agar bisa menerima rujukan untuk lutung itu. Rujukan itu untuk memastikan lokasi peluru yang masih bersarang di tubuh lutung itu.

Setelah beberapa dokter hewan dihubungi, Aisyiyah memastikan dapat rujukan ke rumah sakit hewan di Jogja. Aisyiyah bersama Wiranto membawa lutung itu ke Jogja untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya, kami membawanya ke Jogja untuk dirontgen. Soalnya ada tujuh peluru yang bersarang di tubuhnya dan baru dua peluru di kepalanya yang bisa dikeluarkan. Dugaannya masih ada dua peluru lagi di kepalanya,” ujar Wiranto atas seizin Kepala Seksi Konservasi BKSDA Jateng Wilayah I Surakarta, Titi Sudaryanti.

Titi saat dihubungi Solopos.com membenarkan adanya temuan hewan langka yang terkena tembakan pemburu dan ditangani seorang dokter hewan di Sragen. Untuk penanganan lebih lanjut, Titi sudah memerintahkan petugas BKSDA, Wiranto, ke Sragen.

 

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…