Sejumlah pelajar mengadang truk dan menaiki bak truk yang melintas di Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Dhimas I-Madez) Sejumlah pelajar mengadang truk dan menaiki bak truk yang melintas di Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Dhimas I-Madez)
Minggu, 30 Juli 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KENAKALAN REMAJA
Adang Truk di Ungaran, Pelajar Jadi Cibiran

Kenakalan beberapa remaja berseragam sekolah yang mengadang truk di jalanan Ungaran mengundang cibiran dari warganet.

Solopos.com, UNGARAN – Sejumlah pelajar tertangkap mata kamera tengah mengadang truk yang melintas di Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarangm Jawa Tengah (Jateng) demi mendapatkan tumpangan. Tindakan pelajar yang mengenakan seragam sekolah itu dianggap sebagai wujud kenakalan para remaja sehingga mengundang cibiran dari khalayak dunia maya (netizen).

Tindakan pelajar yang dinilai sebagai kenakalan remaja tersebut kali pertama dipersoalkan pengguna akun Facebook Dhimas I-Madez di dinding grup Facebook Ungaran, Sabtu (29/7/2017). Pengguna akun Facebook tersebut mengunggah sebuah foto yang menunjukkan beberapa pelajar sedang mengadang truk dan beberapa lainnya naik ke bak truk.

Pada keterangan foto, ia mengungkapkan rasa herannya melihat tingkah para pelajar itu. “Bocah sekolah sakniki kok sangar2 ngene lurr. Spo ngerti iki tujuane ngopo di jelaske lurr. Hhh aku mau namatke kok guyu dewe [Anak sekolah sekarang kok sangar-sangar ya? Siapa yang mengtahui tujuan para pelajar itu? Tolong dijelaskan. Saya tertawa melihat tingkah para pelajar itu],” ungkap pengguna akun Facebook Dhimas I-Madez.

Berbagai cibiran pun lantas ramai diungkap warganet yang tergabung dalam grup Facebook Ungaran. “Sangaar nyowo ne serep. Sekolah rak tambah pinter neng kok ajeg wae gwoooblog nyaaa [Sangar nyawanya lebih dari satu. Sekolah bukannya tambah pintar, namun justru tetap bodoh],” ungkap pengguna akun Facebook Ary Andiyoko.

Nyawane akeh, percuma wong tuo nyekolahke [Nyawanya banyak, percuma disekolahkan orang tuanya],” tulis pengguna akun Facebook Harma Wati.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya merasa prihatin melihat tingkah para pelajar itu. Selain membahayakan diri sendiri, mereka menganggap tindakan pelajar tersebut juga mengganggu dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Mereka berharap para guru dan orang tua dapat berperan serta mencegah para pelajar melakukan kegiatan yang berbahaya seperti itu. Menurut keterangan sejumlah warganet, kenakalan remaja seperti itu sudah kerap terjadi di kawasan Jl. Gatot Subroto, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dan sudah lama menjadi keluhan pengguna jalan yang melintas. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…