Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Badmintonindonesia.org) Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Badmintonindonesia.org)
Minggu, 30 Juli 2017 19:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

KEJUARAAN BULU TANGKIS JUNIOR ASIA 2017
Rehan/Fadia Raih Medali Emas

Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2017 diwarnai dengan ganda campuran Indonesia juara.

Solopos.com, JAKARTA – Indonesia sukses merebut medali emas Asia Junior Championships 2017 berkat pasangan ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka mengalahkan Sung Seung Na/Ah Yeong Seong dari Korea, 21-19, 19-21 dan 21-9 dalam 65 menit.

“Rasanya senang sekali, saya tidak menyangka bisa juara. Padahal target awalnya hanya semifinal, tapi pelan-pelan akhirnya bisa menjadi juara. Alhamdulillah bisa juara,” kata Rehan seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Minggu (30/7/2017).

“Rasanya senang dan bangga. Apalagi pas beregu kan kalah dari Korea. Tapi sekarang kami bisa membalasnya dan bisa jadi yang tertinggi di antara pemain-pemain Korea. Tapi jangan cepat puas. Masih banyak pertandingan yang di atas-atas nanti. Ini baru awal buat kami,” kata Fadia.

Unggul di game pertama, poin Rehan/Fadia sempat terpaut ketat dan bahkan tertinggal di game kedua. Mereka pun harus rela menahan kemenangannya hingga game ketiga.

Rehan/Fadia akhirnya membuktikan, di game penentu mereka berhasil menang dengan skor meyakinkan 21-9. Pengembalian bola dari Korea yang melebar ke sisi kiri lapangan menjadi poin kemenangan buat Rehan/Fadia.

“Game kedua kami sempat blank dan keburu-buru juga. Padahal kalau kami sabarin juga mereka akan mati-mati sendiri. Kami buru-buru pengen matiin dan buru-buru pengen game, malah jadi boomerang buat kami. Baru di game ketiga kami pelan-pelan cari poin lagi,” terang Rehan.

Indonesia akhirnya berhasil meraih gelar lagi di Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia setelah terakhir pada 2012 silam. Saat itu, pasangan Edi Subaktiar/Arya Maulana Aldiartama menjadi juara di ganda putra. Sementara di ganda campuran sendiri, Indonesia terakhir memperoleh gelar di tahun 2011, lewat pasangan Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia.

PT TUGU BETON SEMESTA ABADI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masa Depan Keroncong

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (27/7/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, peserta Program Doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang sedang menyusun disertasi tentang estetika keroncong karya Gesang. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Festival musik…