Pengunjung memilih busana batik pada Finance & UMKM Expo 2017 di Ciputraland Mal, Semarang, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Pengunjung memilih busana batik pada Finance & UMKM Expo 2017 di Ciputraland Mal, Semarang, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Minggu, 30 Juli 2017 23:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Kadin Sarankan Pengembangkan UMKM Jateng Tak Lagi Berbasis Instruksi

Kadin menyarankan pengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jateng berbasis potensi, bukan lagi berdasarkan instruksi.

Semarangpos.com, SEMARANG — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berharap pemerintah mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berdasarkan potensi sehingga hasilnya lebih optimal.

“Selama ini pengembangan UMKM masih berdasarkan instruksi dan bukan potensi sehingga hasilnya kurang optimal,” kata General Manager Trade Training and Information Center (TTIC) Kadin Jateng Gendut Marjoko di Kota Semarang, Minggu (30/7/2017).

Marjoko mengatakan potensi ini artinya sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. Dengan demikian, pelaku UMKM Jateng tidak akan kesulitan saat melakukan produksi karena bahan baku sudah disediakan oleh alam sekitarnya.

Menurut dia, Kadin Jateng memandang cara itu lebih mudah dilakukan jika dibandingkan program pengembangan UMKM yang dilakukan berdasarkan instruksi pemerintah. Ia mencontohkan di satu sisi selama ini pemerintah menginstruksikan pelaku UMKM agar mengembangkan batik dengan kekhasan masing-masing daerah. Di sisi lain, besarnya hasil produksi ini tidak diimbangi dengan pasar yang jelas.

“Justru pasar ini yang sulit karena saat ini terlalu banyak produsen batik yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan Kadin Jateng banyak melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM batik dan rata-rata pelaku yang baru merintis usaha ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk kemudian bisa mandiri baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Diakuinya, saat ini pengembangan UMKM penting dilakukan Jateng mengingat kondisi pasar maupun iklim usaha belum mendukung pertumbuhan usaha skala besar. “Justru UMKM inilah yang mampu bertahan dan bersaing di tengah kondisi seperti ini, selain karena lebih fleksibel dengan pasar yang ada, dari sisi ‘maintenance’ juga lebih mudah,” kata tokoh Kadin Jateng itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…