AS Roma vs Juventus (JIBI/Reuters/Stefano Rellandini) AS Roma vs Juventus (JIBI/Reuters/Stefano Rellandini)
Minggu, 30 Juli 2017 16:05 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Italia Share :

ICC 2017
Lawan Juventus, Roma Ingin Beri Peringatan Lebih Dini

ICC 2017 akan menyajikan duel AS Roma vs Juventus.

Solopos.com, FOXBOROUGH — AS Roma menjadi segelintir tim yang secara konsisten mampu menjadi batu kerikil bagi Juventus dalam menancapkan hegemoni di Seri-A dalam enam tahun terakhir.

Tim berjuluk Il Giallorossi tersebut finis empat kali sebagai runner-up di belakang Juventus yang menyapu bersih scudetto dalam enam tahun terbaru. Roma memang selalu menyerah dan merelakan scudetto ke tangan Juventus dalam periode itu. Tapi, tim asal Ibu Kota Italia tersebut tak mau lagi menjadi bayang-bayang Si Nyonya Tua, julukan Juventus, musim depan.

Hal itu bisa jadi akan dibuktikan Roma lebih awal saat bertemu Juventus pada laga pramusim International Champions Cup (ICC) di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat (AS), Senin (31/7/2017) pukul 03.00 WIB. Il Giallorrosi harus mencetak skor meyakinkan jika ingin memberi peringatan dini kepada rival sengit mereka tersebut sebelum kompetisi Seri-A 2017/2018 dimulai 20 Agustus mendatang.

Roma mengalami perubahan dalam skuat mereka. Il Lupi, julukan lain Roma, setidaknya kehilangan dua pilar, Mohamed Salah dan Antonio Rudiger. Sebagai gantinya, Roma tidak banyak mendatangkan pemain bintang.

Bek kanan asal Feyenoord, Rick Karsdorp, yang menjadi pemain termahal mereka hanya bernilai 14 juta euro (Rp219 miliar). Harga tersebut tidak ada separuh dari harga Salah yang dijual ke Liverpool dengan banderol 42 juta euro (Rp658 miliar) dan Rudiger yang dilego ke Chelsea dengan nilai 35 juta euro (Rp548 miliar).

Roma juga mengalami pergantian di kursi pelatih. Gelandang Il Giallorossi era 1997-2001, Eusebio Di Francesco, ditunjuk menggantikan Luciano Spalletti yang mundur dari jabatan allenatore Roma akhir musim lalu. Sebagai mantan penggawa Roma, Di Francesco sangat memahami besarnya rivalitas dengan Juventus.

“Mereka selalu tampil fantastis, permainan masif. Saya punya beberapa pengalaman hebat bermain melawan Juventus,” jelas Di Francesco, seperti dilansir thebentmusket.com, Sabtu (29/7).

Di Francesco mendampingi Roma dalam empat laga pramusim, termasuk saat menang atas Tottenham Hotspur dan kalah adu penalti dari Paris Saint Germain (PSG). Pelatih  kelahiran Pescara 47 tahun silam itu berencana menurunkan sejumlah pemain barunya saat melawan Bianconeri, julukan lain Juventus.

“Saya yakin semua pemainku berpotensi menjadi starter. Mereka semua akan punya kesempatan untuk mendapat menit tampil,” lanjutnya.

Sementara, Juventus tentu juga ingin membuktikan masih sekuat enam musim terakhir di hadapan Roma. Meski kehilangan bek snetral Leonardo Bonucci, Juventus mampu mendatangkan pemain-pemain incaran.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, akan memberi kesempatan Federico Bernardeschi melakoni debut sejak diboyong dari Fiorentina dengan harga 40 juta euro (Rp626 miliar). Winger serbabisa tersebut kemungkinan akan dimainkan bersama pemain ofensif baru Juventus lainnya, Douglas Costa.

“Juventus merepresentasikan salah satu klup top di dunia, salah satu dari empat atau lima top klub di dunia. Ini mencerminkan sejarah, bagian dari sejarah sepak bola dunia,” jelas dia.

NASMOCO SOLOBARU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…