Petani garam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memaksimalkan lahan untuk produkdi garam, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi) Petani garam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memaksimalkan lahan untuk produkdi garam, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi)
Minggu, 30 Juli 2017 11:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Harga Garam Naik, Nelayan Brebes Bertani Garam

Harga garam sebagai kebutuhan pokok masyarakat yang melambung membuat nelayan Brebes banting setir menjadi petani garam.

Solopos.com, BREBES – Para nelayan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, banting setir menjadi petani garam karena pendapatan yang mereka terima kini lebih menjanjikan seiring melonjaknya harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

Petani garam Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari, Dastam, 52, di Brebes, Jateng, Jumat (28/7/2017), mengatakan bahwa saat ini bekerja sebagai petani garam lebih menjanjikan dan menguntungkan dibanding mencari ikan di laut karena harga bahan kebutuhan pokok dapur itu cukup tinggi. “Saat ini harga garam sedang tinggi sehingga menjadi petani garam lebih menguntungkan dibandingkan melaut,” katanya.

Ia mengatakan dengan lahan seluas 1 ha maka petani bisa memanen 5 ton garam sehingga pendapatan mereka jauh lebih tinggi dibanding mencari ikan di laut. “Jika musim dan berangin seperti sekarang ini maka ikan besar di pinggiran [laut] tidak ada. Boleh dikatakan air laut sedang dingin sehingga kami kesulitan menangkap ikan di pinggiran sehingga hampir sebagian besar nelayan beralih pekerjaan menjadi petani garam,” katanya.

Ia mengatakan petani garam akan kembali beralih menjadi nelayan rajungan pada saat memasuki musim hujan. “Akan tetapi, kami kini menikmati bekerja sebagai petani garam karena harga jual garam cukup tinggi hingga mencapai Rp4.000/kg, jauh lebih bagus dari harga sebelumnya Rp500/kg,” katanya.

Petani garam, Nur Samadikun, 55, mengatakan proses pembuatan garam itu lebih mudah yaitu dimulai dengan menampung air laut selama sekitar sepekan pada petak penampungan hingga terjadi perubahan kondisi air. “Air tampungan dialirkan ke petak lain untuk kristalisasi. Satu petak lahan garam bisa dipanen berulang kali. Setiap satu pekan kami dapat memanen garam hingga 10 petak pada lahan sekitar 1 ha,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Bank Panin, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…