Katering untuk jemaah calon haji Indonesia (Kemenag.go.id) Katering untuk jemaah calon haji Indonesia (Kemenag.go.id)
Minggu, 30 Juli 2017 17:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

HAJI 2017
Tempe Jadi Sajian Jemaah Calon Haji Indonesia di Mekah

Jemaah calon haji Indonesia akan mendapatkan sajian tempe.

Solopos.com, SOLO – Salah satu makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia yakni tempe mulai tahun ini akan menjadi salah satu sajian bagi calon jemaah haji Indonesia.

Kepastian tempe jadi menu sajian jemaah disampaikan salah satu pengusaha katering di Mekah Ismail Rami saat menerima kunjungan DPD RI, Sabtu (29/7/2017). Menurutnya, sesuai kontrak, perusahaan katering miliknya yang bernama Jawharat Asia Katering harus menyediakan menu makanan bercitra rasa nusantara, dan salah satunya adalah tempe.

Sebagaimana dikabarkan Kemenag.go.id, Minggu (30/7/2017), tempe akan disajikan 2 kali dalam sepekan. Tempe akan menjadi sajian pendamping menu lainya, yaitu: daging lada hitam, rendang ayam goreng, ayam semur tempe bacem, dan tempe goreng ikan teri, terong balado, dan lainnya.

Ismail mengaku perusahaan miliknya sudah tiga tahun menjadi rekanan tim Indonesia untuk menyajikan makanan cita rasa nusantara. Untuk tahun ini, pihaknya sudah merekrut 14 tukang masak dari Indonesia.

Ditanya soal menu tahu, Kadaker Mekah Nasrullah Jasam menjelaskan kualitas air di Arab Saudi berbeda dan tidak cocok untuk membuat tahu. Menurutnya, pembuatan tahu pernah dicoba namun rasanya agak sedikit asam dan berbeda dengan tahu pada umumnya.

Saat berada di Mekah, jemaah akan diberikan 25 kali makan, terdiri dari makan siang dan malam. Menu makan siang terdiri dari: nasi, lauk 2 macam, sayuran, buah dan air mineral. Sedangkan menu makan malam terdiri dari: nasi, lauk 1 macam, sayuran, buah dan air mineral.

Waktu distribusi makan siang dari pukul 08.00 hingga 11.00 WAS, sedangkan makan malam pukul 16.30 hingga 21.00 WAS. Untuk snack sarapan, diberikan bersama dengan distribusi makan malam.

Kasie Katering Daker Makkah Evy Nurhayanan mengimbau jemaah menghindari makan yang terlalu pedas atau mengonsumsi sambal yang berlebihan. Menurutnya, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu pencernaan yang mengakibatkan sakit perut atau diare, sehingga akhirnya mengganggu pelaksanaan ibadah.

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…