Tarsudin (Kemenag.go.id) Tarsudin (Kemenag.go.id)
Minggu, 30 Juli 2017 23:45 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

HAJI 2017
Kisah Tarsudin, Buruh Muat Pasir Naik Haji

Buruh muat pasir naik haji dengan hasil jerih payahnya.

Solopos.com, MADINAH – Namanya Tarsudin asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia bahagia dapat menunaikan ibadah haji kendati berasal dari keluaga yang pas-pasan. Sehari-hari, Tarsudin bekerja sebagai buruh muat pasir.

“Sehari-hari, pekerjaan saya adalah muat pasir di sungai yang berjarak sekitar 1 km dari rumah,” tuturnya sebagiamana dilansir Kemenag.go.id, Minggu (30/7/2017).

Hasil buruh muat pasir yang tak seberapa dia manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, meski kadang cukup dan kadang tidak. Menurutnya, dari buruh pasir kadang dia mendapat Rp60.000, tapi kadang juga hanya Rp20.000. “Pendapatan sehari-hari kadang nyukupin untuk keluarga, kadang juga tidak,” tuturnya.

Tarsudin tidak menyerah. Selain menjadi buruh pasir, Tarsudin juga bertani dari lahan sewa pertahun. Seusai Subuh dia berangkat ke ladang hingga pukul delapan. Setelah itu, ia mengais pundi-pundi uang sebagai buruh muat pasir.

“Kadang habis Dzuhur saya berangkat lagi ke ladang,” ucapnya.

Menurutnya jika musim tengah bagus, dalam setahun ia bisa 15 kali petik pohon cabai. “Alhamdulillah dari hasil bertani bisa ditabung untuk mendaftar haji. Dari pertanian, bisa melunasi [biaya haji] juga. Alhamdulillah cabai kemarin harganya baik. Dan semua itu juga karena Allah memang menghendaki saya berangkat haji. Alhamdulillah Allah memang benar-benar Welas Asih,” sambungnya haru,” ujarnya.

Tarsudin mengaku gembira bisa bermunajat di Raudhah. Matanya berkaca saat ditanya soal harapan yang telah dilangitkan.

“Tadi berharap semoga ibadah haji saya diterima Allah. Saya menjadi haji yang mabrur. Semoga saya dan keluarga saya juga khusnul khatimah,” suaranya memberat dan matanya mendadak sembab.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…