M Dian Nafi' M Dian Nafi' (Istimewa)
Minggu, 30 Juli 2017 07:30 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Muayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO–Setiap negara berwenang melindungi kedaulatan dan kesepakatan-kesepakatan dasar yang menyertai pendiriannya. Kesepakatan-kesepakatan itu menjadi tali pengikat yang sangat kuat dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berkali-kali bangsa kita diguncang dengan aneka perselisihan. Sebagian bahkan disertai dengan kekerasan yang mengakibatkan kerugian yang meluas. Trauma yang timbul belum hilang juga sampai sekarang, meskipun peristiwanya ada yang sudah berlalu lebih dari setengah abad.

Kita kehilangan banyak kesempatan membangun kesejahteraan karena basis kerukunan berkali-kali goyah. Untuk itu sejak dini kita diingatkan tentang kesepakatan luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga diingatkan jasa besar para pendiri negara kita yang menyepakati Pancasila sebagai ideologi konstitusional.

Sebagian gagasan ideologis yang menyimpang disebarkan dalam teknik-teknik yang membuai dengan mengandalkan memetika dan terminologi. Memetika berkaitan dengan gen gagasan yang masuk ke dalam pikiran kita kemudian beranak pinak dengan cepat dan menyempitkan ruang memori yang bermanfaat bagi kita.

Perselisihan ideologis sudah menjadi meme atau gen gagasan itu. Terminologi berkaitan dengan penyandingan suatu istilah dengan kata-kata tertentu yang memunculkan bangunan makna tersendiri yang kemudian diakui sebagai pengertian yang benar.

Istilah taghut, kafir, dan semacamnya merebak disandingkan dengan istilah di dalam kesepakatan-kesepakatan luhur para pendiri negara kita. Ini menjadi tindakan tidak sopan kepada para pendahulu kita. Anehnya banyak kaum muda yang seperti ketagihan.

Mereka tak terasa terbuai dan menjauh dari kearifan bangsanya sendiri. Meme itu menyebar dan menyisip dengan kecepatan tinggi karena perkembangan fasilitas gawai seluler pintar. Tahu-tahu para pengikutnya sudah berpikir menjauh dari arus utama bangsanya sendiri. Mereka asing dengan bangsa dan negaranya sendiri.

Selanjutnya adalah: Ideologi selalu lahir dari pikiran filosofis…

lowongan kerja
lowongan kerja CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…