Irvan bersama anggota Polres Wonogiri. (Istimewa) Irvan bersama anggota Polres Wonogiri. (Istimewa)
Minggu, 30 Juli 2017 18:02 WIB Wonogiri Share :

Demi Lihat Bus Tingkat, Bocah Bekasi Nekat "Mbolang" ke Wonogiri

Demi melihat bus tingkat, bocah asal Bekasi nyaris telantar setelah nekat pergi sendirian ke Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Irvan Dwi Septiyani, seorang bocah berusia delapan tahun asal Bekasi, nekat datang ke Wonogiri sendirian untuk melihat bus tingkat. Maksud hati ingin melihat bus tingkat, bocah itu justru tidak tahu harus ke mana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kejadian berawal ketika Irvan diturunkan oleh sopir bus jurusan Solo-Pacitan di Halte Agraria (utara Alun-alun Wonogiri) pada Selasa (27/7/2017) pukul 17.00 WIB. Sopir bus tersebut kesal lantaran bocah itu hanya menjawab ingin melihat bus tingkat ketika ditanya mau ke mana.

Saat turun dari bus, bocah itu tidak tahu arah dan tujuan. Ketika ditanya oleh orang di sekitarnya, Irvan tidak mau menjawab. Dia hanya mengatakan berasal dari Jakarta. Salah satu warga di halte tersebut, seorang warga bernama Dewi membujuk Irvan agar mau menjawab pertanyaannya. Akhirnya, Irvan mengaku sengaja ke Wonogiri untuk melihat bus tingkat.

Selanjutnya, Dewi menghubungi seorang polisi, Aiptu Sulistyo. Ketika ditanya alamat rumahnya, Irvan tidak mau menjawab. Akhirnya Sulistyo membawa bocah tersebut ke rumahnya karena sudah petang. Selama dua hari, akhirnya Sulistyo menyerahkan bocah tersebut kepada Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Wonogiri, Iptu Sugihantoro, di SPKT setempat, Jumat (28/7/2017).

Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora melalui Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, mengatakan Irvan naik bus dari Terminal Pulau Kebang dengan bus Sinar Jaya tiba di Terminal Jogja. Setelah itu, naik bus Eka jurusan Jogja-Solo lalu naik bus Aneka Jaya ke Wonogiri. Baca juga: Seperti Naik Pesawat, Begini Mewahnya Bus Tingkat Jakarta-Wonogiri.

“Berdasarkan pengakuan dia, orang tuanya namanya Santo dan Rini, tetapi kerja di Malaysia,” ujar Iwan, Minggu (30/7/2017).

PT TUGU BETON SEMESTA ABADI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…