Perajin memulaskan malam ke kain untuk membuat batik kontemporer bermotif biji kopi di Sentra Batik Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (27/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Perajin memulaskan malam ke kain untuk membuat batik kontemporer bermotif biji kopi di Sentra Batik Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (27/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Minggu, 30 Juli 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

Foto Batik Semarang Bermotif Biji Kopi

Batik khas kabupaten Semarang bermotif biji kopi.

Produksi batik nermotif biji kopi di Sentra Batik Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (27/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Produksi batik nermotif biji kopi di Sentra Batik Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (27/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Para perajin di Sentra Batik Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (27/7/2017), bertahan memproduksi kain batik kontemporer bermotif biji kopi. Kendati masyarakat setempat sejatinya tak memiliki tradisi membatik, pada kenyataannya batik Gemawang diakui sebagian kalangan warga sebagai produk khas Kabupaten Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…