Seorang biker melewati aliran sungai yang menjadi jalur Sukoharjo Bhayangkara Adventure Trail 2017 di sekitar Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Minggu (30/7/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Seorang biker melewati aliran sungai yang menjadi jalur Sukoharjo Bhayangkara Adventure Trail 2017 di sekitar Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Minggu (30/7/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Minggu, 30 Juli 2017 17:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

2.000 Bikers Taklukkan 9 Tanjakan Ekstrem di Sukoharjo

Sekitar 2.000 bikers mengikuti ajang Sukoharjo Bhayangkara Trail Adventure 2017.

Solopos.com, SUKOHARJO — Sedikitnya 2.000 bikers dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Sukoharjo Bhayangkara Trail Adventure 2017 di Lapangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Minggu (30/7/2017).

Para bikers harus menaklukkan sembilan tanjakan ekstrem di wilayah Bendosari dan Nguter. Olahraga ekstrem ini menjadi ajang eksplorasi eloknya keindahan alam Dam Colo dan jalan perdesaan di Sukoharjo.

Para bikers harus menaklukkan tanjakan super berat di lokasi penambangan galian C dan sungai sepanjang 60 kilometer. Mereka mengadu adrenalin di setiap tanjakan dan rintangan di sepanjang jalur motor trail.

Para bikers dilepas Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, di garis start sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka langsung menggeber motor trail menjelajahi sungai dan perbukitan di Bendosari dan Nguter.

Tak hanya diikuti para bikers di Soloraya, beberapa komunitas motor trail di Banjarmasin dan Lampung juga unjuk gigi di ajang tersebut. “Ada sembilan tanjakan ekstrem yang harus ditaklukkan para bikers. Jalur motor trail juga melewati Dam Colo,” kata Ketua Panitia Sukoharjo Bhayangkara Trail Adventure 2017, AKP Poniman, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

Rute paling ekstrem adalah tanjakan sekitar lokasi penambangan galian C. Para peserta harus mengantre lantaran jalur cukup sempit dan hanya bisa dilalui satu sepeda motor. Tak sedikit bikers yang terjatuh saat melewati tanjakan.

Konsentrasi dan energi para peserta cukup terkuras di jalur ekstrem itu. Ada beberapa peserta yang mengulang lantaran sebelumnya gagal menaklukkan tanjakan itu. Beberapa peserta harus beberapa kali beristirahat sambil mengecek kondisi kendaraan mereka.

“Kami ingin mengenalkan spot-spot panorama alam di Sukoharjo kepada para bikers. Kendati perbukitan dan gersang namun keindahan alamnya tak kalah dengan objek wisata lainnya,” terang Kapolsek Baki ini.

Event itu untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara dan kali pertama digelar di Kabupaten Jamu. Panitia menyediakan doorprize yang diundi secara fairplay dengan hadiah utama mobil dan sepeda motor.

Sebelum kegiatan dimulai, para bikers berkomitmen mematuhi aturan lalu lintas saat pencanangan program keselamatan untuk kemanusiaan. Sementara itu, seorang bikers asal Semarang, Hamid, mengatakan jalur trabas yang menanjak dan cukup ekstrem menjadi daya tarik para bikers.

Para peserta harus ekstra hati-hati tatkala melewati medan terjal yang dikelilingi pohon-pohon besar. Kondisi alam yang sejuk ditambah rimbunnya pepohonan menjadi nilai lebih jalur trabas di Sukoharjo.

Terlebih, para peserta harus melintasi sungai kecil yang airnya cukup bening. Hal ini tak bisa ditemui di jalur trabas lain di daerah lainnya. “Peserta sangat banyak jadi harus antre saat hendak melewati tanjakan. Kondisi sepeda motor harus prima saat melewati jalur ekstrem,” kata dia.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…