Pelajar Jateng peserta program Siswa Mengenal Nusantara 2017 di Taman Wisata Alam Pantai Panjang, Bengkulu, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay) Pelajar Jateng peserta program Siswa Mengenal Nusantara 2017 di Taman Wisata Alam Pantai Panjang, Bengkulu, Jumat (28/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Sabtu, 29 Juli 2017 06:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

SISWA MENGENAL NUSANTARA 2017
Di Bengkulu, Pelajar Jateng Tanam Mangrove

Siswa Mengenal Nusantara 2017 yang digagas BUMN Hadir untuk Negeri mengajak 41 pelajar Jateng menanam mangrove jauh-jauh di Bengkulu.

Solopos.com, BENGKULU — Pelajar-pelajar Jawa Tengah peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017, Jumat (28/7/2017), ke Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang, Kota Bengkulu demi menanam 200 batang mangrove jenis Rhizopora apiculata.

Tak jelas, apakah pelajar-pelajar Jateng itu berpengalaman melestarikan hutan mangrove di daerah masing-masing ataukah memang tindak terpuji itu harus mereka lakukan di luar Jateng. “Kegiatan ini untuk menanamkan rasa cinta dan peduli lingkungan bagi generasi penerus,” kata Ketua Panitia Pelaksana BUMN Hadir Untuk Negeri di Bengkulu 2017, Wiwik Prihatini, di Bengkulu, Jumat.

Sebelum menanam mangrove, ke-41 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jateng itu dikenalkan dengan profil kawasan TWA Pantai Panjang seluas 720 ha yang membentang di pesisir Kota Bengkulu. Mereka dibekali informasi tentang fungsi ekosistem mangrove bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Mangrove bisa mencegah abrasi dan menjadi tempat berkembang biak biota laut,” ucap Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu, Riki Rahmansyah, yang mendampingi peserta menanam mangrove itu. Di Jateng, lembaga semacam itu juga banyak digagas masyarakat dengan dukungan perusahaan-perusahaan yang peduli kelestarian lingkungan hidup dan secara rutin mengajak serta pelajar berkegiatan.

Bagi pesisir Bengkulu, kata Riki, mangrove juga menjadi benteng hijau pertahanan daratan dari ancaman tsunami. Bengkulu memang berada di wilayah rawan gempa bumi yang dipicu tumbukan lempeng Eurasia dan Indoaustralia.

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017 asal Kabupaten Temanggung, Adhitiya, mengatakan baru kali pertama mengenal ekosistem mangrove beserta fungsi pentingnya bagi lingkungan. “Baru tahu manfaat mangrove. Ternyata selain mencegah abrasi dan tempat bertelur biota laut, buah mangrove juga bisa dikonsumsi,” kata pelajar SMA Negeri 1 Temanggung yang wilayahnya memang tak berpantai itu.

Selain kegiatan peduli lingkungan, peserta SMN telah lima hari mengeksplore keunikan Bengkulu dari segi budaya, sejarah, wisata dan usaha mikro kecil menengah. Program “BUMN Hadir Untuk Negeri” telah digagas Kementerian BUMN sejak 2015 di mana salah satu kegiatannya adalah Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017. Pada tahun ini, untuk wilayah Provinsi Bengkulu, kegiatan ini dikoordinir tiga BUMN yakni PT Jiwasraya, Perum LKBN Antara dan PT Pelni.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…