ilustrasi ilustrasi
Sabtu, 29 Juli 2017 09:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Sempat Hilang di Pasaran, Garam di Bojonegoro Kini Rp6.000/kg

Harga garam di Bojonegoro mencapai Rp6.000/kg.

Solopos.com, BOJONEGORO — Harga garam grosok (kasar) di Kabupaten Bojonegoro berkisar Rp5.500-Rp6.000 per kilogram. Angka itu jauh di atas harga garam grosok dalam kondisi normal yang hanya Rp1.500 per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Kota, Bojonegoro Kusaeri, di Bojonegoro, Jumat (28/7/2017), kenaikan harga garam grosok bertahap dari Rp1.500 per kilogram menjadi Rp6.000 per kilogram dalam tiga bulan terakhir.

“Baru kali ini terjadi harga garam grosok naik. Selama saya berdagang bertahun-tahun tidak pernah harga garam naik,” kata dia.

Pedagang di pasar setempat yang juga menjual garam grosok Ny. Liesdono yang menyebutkan garam sempat menghilang di pasar setempat selama sepekan. “Sebulan lalu garam grosok tidak ada di sejumlah pedagang pasar di Bojonegoro,” kata dia menegaskan.

Menurut Kusaeri juga Ny. Liesdono, kenaikan harga garam tidak terlalu membebani para pedagang sebab garam grosok hanya salah satu komoditas yang dijual pedagang. Selama ini pedagang di daerah setempat memperoleh pasokan garam dari pedagang asal Tuban dan Lamongan.

“Penghasil garam selain Tuban juga Lamongan. Faktor berkurangnya garam grosok ya cuaca, maka petani garam tidak memperoleh produksi banyak,” ucap Kusaeri.

Selama ini, lanjut dia, pembeli garam krosok dari warga atau peternak sapi untuk campuran pakan sapi atau pedagang telur asin. “Penjualan garam saya tidak banyak. Kadang tidak ada pembelinya dalam sehari, tetapi kadang bisa laku 30 kilogram seharinya,” ucap Kusaeri.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, meyakini masalah kelangkaan garam hanya dapat teratasi dengan cara impor. untuk itu, dia mengirim surat ke Kementerian Perdagangan, agar diizinkan mengimpor garam.

Data di Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Bojonegoro menyebutkan pada dalam sebulan terakhir harga garam beryodium bata stabil Rp1.500, dan garam halus naik dari Rp3.500 per kilogram menjadi Rp6.000 per kilogram.

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menghentikan Perundungan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (25/7/2017). Esai ini karya Dian Sasmita, Direktur Sahabat Kapas, lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada perlindungan anak. Alamat e-mail penulis adalah dianmiyoto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Sepekan terakhir dua video perundungan yang dilakukan sekelompok mahasiswa di…