Ilustrasi rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Sabtu, 29 Juli 2017 13:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Rumah Singgah Tersedia Bagi Keluarga Pasien Asal Trenggalek di Surabaya

Pemkab Trenggalek bersama Baznas dan IST menyiapkan rumah singgah.

Solopos.com, TRENGGALEK — Sebuah rumah singgah disiapkan bagi keluarga pasien rujukan asal Kabupaten Trenggalek yang berobat/menjalani rawat inap di RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Rumah singgah yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Baznas dan komunitas media sosial IST (Info Seputar Trenggalek) itu beralamat di Jl. Gubeng Kertajaya IX-B nomor 6, Surabaya.

Kasubbag Humas Pemkab Trenggalek Agus Wiyono seperti dikutip di laman resmi humas Pemkab Trenggalek, Kamis (27/7/2017), menyatakan rumah singgah itu adalah terobosan atas banyaknya keluhan warganya.

Menurutnya, kebanyakan warga miskin yang sakit merasa berat untuk dirujuk ke Surabaya atau rumah sakit rujukan lainnya, karena beban biaya dan tidak ada kerabat di Surabaya.

“Bukannya tidak mau, melainkan berat karena takut akan biaya yang dikeluarkan,” katanya. Atas dasar itu, Pemkab Trenggalek bersinergi dengan Baznas dan komunitas facebook IST Surabaya, membuat rumah singgah bagi keluarga pasien di Kota Pahlawan.

Menurut penjelasan tim humas Pemkab Trenggalek, lokasi rumah singgah ini dekat dengan RSUD Dr Soetomo Surabaya dan Stasiun Gubeng, sehingga keluarga pasien dapat dengan mudah dan dekat mengantar keluarganya berobat ke rumah sakit ini.

Selain itu, untuk ke rumah singgah keluarga pasien bisa menggunakan modal transportasi kereta api dan turun di Stasiun Gubeng.

Dijelaskan, rumah singgah tersebut disediakan gratis untuk warga Trenggalek kurang mampu yang dirujuk ke Surabaya.

Meskipun tidak semewah hotel atau penginapan, kata Agus, namun rumah singgah itu memiliki fasilitas lengkap, selain itu juga disiapkan petugas yang mendampingi keluarga pasien di rumah singgah.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Trenggalek yang juga Wakil Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin berharap rumah singgah tersebut bisa bermanfaat bagi warga Trenggalek.

“Mengingat banyak masukan dari keluarga pasien yang kesulitan dan terkadang tidak mau dirujuk karena bingung tinggal dimana dan kalaupun ada uangnya siapa. Apalagi jika pasien dari keluarga miskin, akhirnya terwujudlah rumah singgah ini,” kata Arifin.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…