Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama Bupati Bantul Suharsono dan Ketua KONI DIY Hadianto Ismangoen (kanan ke kiri) bersama-sama menekan tombol sirine sebagai penanda dibukanya Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV DIY 2017 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (29/7/2017) sore. Porda DIY digelar dari 29 Juli-5 Agustus 2017. (Jumali /JIBI/Harian Jogja) Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama Bupati Bantul Suharsono dan Ketua KONI DIY Hadianto Ismangoen (kanan ke kiri) bersama-sama menekan tombol sirine sebagai penanda dibukanya Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV DIY 2017 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (29/7/2017) sore. Porda DIY digelar dari 29 Juli-5 Agustus 2017. (Jumali /JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 29 Juli 2017 21:31 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PORDA DIY 2017
Jangan Cuma Meriah Tapi Berprestasi

Porda DIY 2017 dibuka Sabtu (29/7/2017)

Solopos.com,  BANTUL — Pekan Olahraga Daerah (Porda)  DIY resmi dibuka Sabtu (29/7/2017). Kemeriahan Porda jangan sampai melupakan tujuan utamanya, yaitu meningkatkan prestasi di bidang olahraga.

Porda ke-14 resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Stadion Sultan Agung, Bantul Sabtu sore.  Sebanyak 6.000 atlet beserta official serta partisipan hadir pada pembukaan event olahraga dua tahunan itu.  Berbagai atraksi seni seperti drumband,  tari-tarian , orkestra memeriahkan pekan olahraga terakbar se-DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan,  setiap tahun seremoni pembukaan Porda selalu disertai dengan gemerlap dan meriahnya acara serta semangat para atlet yang menggelora.

Namun Sultan mengingatkan kemeriahan itu jangan sampai menenggelamkan esensi Porda yaitu menorehkan prestasi di bidang olahraga.

“Kemeriahan [pembukaan Porda] hanya atribut lahiriah yang perlu didukung oleh aksi sehingga terukir rekor baru. Porda harus diikuti prestasi jangan sampai ketinggalan esensinya,” tegas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,  Sabtu sore.

Sebab kata dia, saat ini prestasi olahraga secara nasional mengalami tren ketertinggalan dibanding negara lain. Untuk mendongkrak prestasi olahraga DIY, Sultan menyebutkan sejumlah hal yang harus menjadi perhatian. Prestasi di bidang olahraga lanjut dia hanya dapat diraih dengan tiga hal.

Pertama organisasi dan manajemen penyelenggara olahraga yang berkualitas dan tertib, pengelolaan olahraga yang profesional serta latihan yang maksimal bagi para atlet. “Tanpa hal di atas tidak mungkin mukjizat prestasi bisa diraih,” ujar raja Kasultanan Jogja itu.

Olahraga lebih jauh harus membawa dampak pada berbagai hal. Selain prestasi, olahraga harus mampu mendorong tradisi fair play atau pertandingan yang adil. Mendorong semangat sportifitas di kalangan atlet serta pendukungnya serta lebih jauh menumbuhkan kedisiplinan, kebugaran dan kesehatan.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…