Parkir liar di depan Java Mall, Jl. MT Haryono, Lamper Kidul, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Ega Bayu) Parkir liar di depan Java Mall, Jl. MT Haryono, Lamper Kidul, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Ega Bayu)
Sabtu, 29 Juli 2017 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PARKIR SEMARANG
Ada Pos Polisi dan Rambu Larangan, Parkir Liar Java Mall Tetap Lestari

Parkir liar di depan Java Mall, Kota Semarang seakan-akan dibiarkan aparat berwajib.

Solopos.com, SEMARANG – Parkir liar di depan Java Mall, Jl. MT Haryono, Lamper Kidul, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) seakan-akan dibiarkan oleh pihak yang berwajib menindaknya. Kendati di kawasan tersebut sudah terdapat rambu dilarang parkir dan pos polisi, namun parkir liar tetap lestari.

Masalah parkir liar yang seolah-olah dibiarkan oleh aparat berwajib itu menjadi sorotan publik dunia maya (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Sorotan netizen itu bermula saat pengguna akun Facebook Ega Bayu mengunggah sebuah foto yang menunjukkan parkir liar di depan Java Mall ke dinding grup Facebook tersebut, Jumat (28/7/2017).

Ora sengojo nyawang parkiran Java Mall ngarep. Ono rambu dilarang parkir, ana pos polisi juga, tapi kok isih dinggo parkir ya lur? Salah pak polisine opo salah tukang parkire? [Tak sengaja melihat parkir liar di depan Java Mall. Ada rambu dilarang parkir, ada pos polisi juga, namun kok masih digunakan sebagai lokasi parkir? Salah pak polisi atau salah tukang parkir?],” tulis pengguna akun Facebook Ega Bayu pada keterangan foto.

Sebagian netizen menganggap parkir liar di dekat salah satu mal di Kota Semarang itu seakan-akan dibiarkan pihak berwenang, dalam hal ini adalah dinas perhubungan. Beragam dugaan pun muncul di antara netizen. Di antara mereka menyebut juru parkir (jukir) di depan Java Mall itu sudah memberi uang keamanan kepada pihak-pihak tak bertanggung jawab. “Tukang parkire jatah/setor polisi,” tulis pengguna akun Facebook M Ridwan.

“Karena ada setoran, coba sekali-kali ngobrol sama tukang parkir,” ungkap pengguna akun Facebook Rudy Sedyawan.

“Tukang parkirnya setoran lah sama yang berwenang di situ. Hahaha,” timpal pengguna akun Facebook Ridho Pangestu Putra.

Namun sebagian netizen lainnya tak setuju jika polisi dituding sebagai pihak yang menerima uang dari para jukir. Mereka menyarankan warganet untuk tak gampang melontarkan tuduhan.

Sebagian netizen itu lantas menyarankan parkir liar itu untuk dilaporkan kepada Wali Kota Semarang hendrar Prihadi. Sejumlah netizen lantas ramai menautkan kiriman itu kepada akun Facebook milik Hendi—sapaan akrab wali kota Semarang—dengan harapan segera ditindaklanjuti.

Masalah parkir tersebut tampaknya menjadi sorotan utama warganet di salah satu grup diskusi warga Semarang di media sosial Facebook itu. Belum genap sehari, foto yang menunjukkan parkir liar di depan Java Mall tersebut sudah dikomentari 340 kali dan meraih lebih dari 1.200 tanda suka. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja Graha Printama Selaras (GPS), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menghentikan Perundungan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (25/7/2017). Esai ini karya Dian Sasmita, Direktur Sahabat Kapas, lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada perlindungan anak. Alamat e-mail penulis adalah dianmiyoto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Sepekan terakhir dua video perundungan yang dilakukan sekelompok mahasiswa di…