Forence Owiti Opiyo akhirnya menjalani operasi pengecilan kemaluan. (Istimewa) Forence Owiti Opiyo akhirnya menjalani operasi pengecilan kemaluan. (Istimewa)
Sabtu, 29 Juli 2017 23:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Kesulitan Pakai Celana, Kemaluan Pria Kenya Ini Akhirnya Diperkecil

Seorang pria Kenya menjalani operasi pengecilan kemaluan lantaran ukuran yang tak lazim.

Solopos.com, NAIROBI – Masih ingat dengan sosok Forence Owiti Opiyo? Pria asal Kenya ini sempat mengisi pemberitaan sejumlah media ternama dunia lantaran ukuran kemaluannya yang tak lazim. Forence yang mengaku menderita karena kondisi fisiknya bakal menjalani operasi pengecilan kemaluan.

Diberitakan Dailymail, Juni 2016, organ intim pria berkepala plontos itu mencapai 10 kali lipat lebih besar kemaluan pria pada umumnya di dunia.

Akibat kondisi demikian, Forence terisolir dan berdiam diri di dalam rumah. Bahkan, untuk sekadar memakai baju dan celana saja ia kesulitan.

Forence menceritakan, kelaminnya tiba-tiba saja membengkak akibat penyakit kista yang dideritanya di usia 10 tahun atau tepatnya tahun 2016 silam. Dilansir viral4real, Sabtu (29/7/2017), meski kista tersebut telah diangkat dengan cara operasi pada tahun 2007, namun tetap saja hasilnya jauh dari harapan. Ia malah kesulitan untuk berjalan karena ukuran alat vitalnya tersebut.

“Benda ini [kemaluan] mulai sangat kecil, seperti bisul. Kemudian ukuran kepalan tanganku dan terus tumbuh lebih besar dan lebih besar,” ungkap pria asal Kibigori, Kenya ini.

Ia bahkan pernah dipaksa drop out dari sekolah karena memicu kehebohan. Berhenti dari sekolah, Forence lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama saudaranya Eliza dan neneknya.

Seiring berjalannya waktu, Forence bertemu Duncan Otieno yang memutuskan mengunggah sebuah foto ke Facebook untuk menarik empati publik. Beberapa waktu berselang, Duncan mendapat telefon dari sebuah lembaga amal di Kenya yang hendak membantu Forence.

Satu unit mobil ambulans tak lama menjemput Forence dari desa tempat tinggalnya untuk menjalani operasi bedah kelamin. Seorang dokter ahli bedah, dr James Obondi lalu menjadwalkan operasi terhadap Forence dan menjanjikan hasil terbaik demi masa depannya.

“Saya percaya Forence akan menikmati hidupnya seperti manusia normal lainnya. Dalam tiga bulan dia akan normal dalam fungsinya dan bisa melakukan semua yang dia inginkan,” janji sang dokter.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…