Pengemis (kanan) dan orang yang diduga menjadi bosnya (kiri) di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jateng. (Facebook.com-Arief Sadewa) Pengemis (kanan) dan orang yang diduga menjadi bosnya (kiri) di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jateng. (Facebook.com-Arief Sadewa)
Sabtu, 29 Juli 2017 13:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KEMISKINAN SALATIGA
Pengemis Salatiga Ini Diduga Setor Uang ke Bosnya

Kemiskinan memaksa seseorang di Kota Salatiga mengemis dan diduga harus menyetor sejumlah uang kepada bosnya.

Solopos.com, SALATIGA – Seorang pengemis di Jl. Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) diduga memiliki bos yang mewajibkannya memberikan sejumlah uang setoran. Potret kemiskinan di Kota Salatiga itu lantas memancing perhatian dan menjadi perbincangan hangat di antara warganet.

Potret kemiskinan di Kota Salatiga itu ramai dibicarakan warganet setelah pengguna akun Facebook Arief Sadewa menceritakan kisah tragis seorang pengemis di akun Facebooknya, Kamis (27/7/2017).

“Pengemis aja setoran low bro. Ini fakta bukan fitnah realita bukan setingan ini mata pun juga melihat langsung! Juragan: Setorane ndi? Pengemis: Mung oleh semono lagi sepi (sambil nyodorin uang). Sayangnya juragan pakai helm jadi gak kelihatan mukake intine cewek ibu-ibu info aja jangan lupa dishare,” ungkapnya.

Pengguna akun Facebook Arief Sadew juga menyertakan foto dua orang yang terlihat sedang berbincang. Ia juga lantas melontarkan imbauan untuk tak memberi uang kepada pengemis.

“Jangan pernah ngasih uang pengemis! Lokasi depan BNI Salatiga/Samping Ramayana,” imbuhnya.

Beragam komentar pun dilontarkan netizen setelah kiriman itu dibangikan ke grup Facebook Kabar Salatiga. Sebagian dari mereka menduga bahwa ada seseorang yang telah mengoordinasi pengemis di Kota Salatiga.

Beragam cibiran pun dilontarkan kepada orang yang diduga menjadi bos pengemis itu. “Hadeh golek rejeki carane kok ngono. Barokahe nandi [Mencari uang kok dengan cara seperti itu, berkahnya dimana?],” tulis pengguna akun Facebook Bimo Wibisono.

“Itu yang pakai hitam berhelm sangat biadab,” ungkap pengguna akun Facebook Heru Sulistiyo.

Namun sebagian netizen lainnya menduga pengemis itu hanya membayar utang. “Setoran utang perorangan yak e,” tulis pengguna akun Facebook Sukiswo Yuwono.

“Setoran bank thithil mungkin, dulu saya juga pernah lihat suka ada yang datang minta uang ke ibu itu,” ungkap pengguna akun Facebook Yetty Kusrini.

Terlepas dari itu, warganet berharap dinas sosial setempat segera bertindak agar tak ada lagi pengemis di Kota Salatiga. Mereka juga berharap masalah kemiskinan seperti itu dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Salatiga. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semrangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tenaga Berpengalaman Untuk Biro Haji dan Umroh Plus, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Memahami Perppu Ormas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (26/7/2017). Esai ini karya M. Dian Nafi’, pengasuh pesantren khusus mahasiswa Al-Mu’ayyad di Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan aktif di komunitas perdamaian lintas iman dan lintas golongan. Alamat e-mail penulis adalah mdn4fi@yahoo.com. Solopos.com,…