Kondisi sungai di Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Misbahul Maarif) Kondisi sungai di Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Misbahul Maarif)
Sabtu, 29 Juli 2017 11:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KEBERSIHAN SEMARANG
Lama Tak Mengalir, Sungai di Tawangmas Ruapkan Bau Busuk

Kebersihan yang buruk di sungai Tawangmas membuat air tak mengalir dan menimbulkan bau busuk.

Solopos.com, SEMARANG – Warga Kota Semarang kembali mengeluh terkait masalah kebersihan. Kali ini, warganet yang mengaku sebagai warga Kota Semarang mengeluhkan buruknya kebersihan sungai di Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) .

Air di sungai di kawasan tersebut dikabarkan sudah lama tak mengalir dan penuh sampah sehingga menimbulkan bau busuk. Keluhan terkait buruknya kebersihan di sungai tersebut dikeluhkan salah seorang warganet di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) dengan menautkan beberapa foto ke akun Facebook milik Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Pak Wali Kota Hendar Prihadi and Pak Gubernur Ganjar Pranowo mbok sekali-kali mampir/jalan-jalan ke Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat,” tulis pengguna akun Facebook Misbahul Maarif pada keterangan foto yang ia unggah, Rabu (26/7/2017).

Dalam beberapa foto tersebut terlihat nyata air di sungai tersebut tampak keruh dan tergenang diam. Bahkan, tak sedikit sampah yang terlihat nyata mengapung di permukaan air sungai menjijikkan di Kelurahan Tawangmas tersebut.

Ia menjelaskan air di sungai tersebut sudah lama tak mengalir dan menimbulkan bau busuk. “Sungai sudah lama banget berhenti, aliran airnya gak gerak sama sekali. Sampah numpuk dan sangat bau. Kasihan warga sekitar yang tiap hari harus nutup hidung, dan aktivitas jadi terganggu,” imbuhnya.

Meski menautkan kiriman tersebut kepada akun Facebook milik wali kota Semarang dan gubernur Jateng, baik Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—maupun Ganjar tak memberikan respons sama sekali. Keluhann itu justru ramai menuai tanggapan warganet yang tergabung di grup Facebook MIK Semar.

Menurut warganet, buruknya kebersihan sungai di Tawangmas, Semarang Barat itu akibat dari kebiasaan buruk masyarakat yang tak mampu menjaga kebersihan lingkungan, bukan salah pemerintah. Mereka menganggap masyarakat yang kerap membuang sampah di sungai adalah pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kondisi sungai itu. “Seng buang sampah sopo seng ngrsake akibate yo sopo [Siapa yang membuang sampah sembarangan, itu yang merasakan akibatnya],” ungkap pengguna akun Facebook Erwan Yulianto.

Yaelah wong sing salah masyarakat sekitar sing buang sampah sembarangan, yo kui akibate. Nko resik yen wes udan deres [Masyarakat sekitar pembuang sampah sembarangan yang bersalah, itu akibatnya. Nanti jika hujan deras akan bersih],” tulis pengguna akun Facebook Sofiyan Nugroho.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya menyarankan agar warga sekitar sungai menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, bukan hanya menunggu tindakan dari pemerintah. Menurut mereka, jika masyarakatnya mampu menjaga kebersihan, maka kondisi salah satu sungai di Kota Semarang tersebut tak akan memperihatinkan seperti itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…