Kepala BPJS Kesehatan Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo (tiga dari kanan) berfoto bersama usai penandatanganan MoU program donasi JKN KIS, Jumat (28/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Kepala BPJS Kesehatan Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo (tiga dari kanan) berfoto bersama usai penandatanganan MoU program donasi JKN KIS, Jumat (28/7/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 29 Juli 2017 23:22 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
Warga Tidak Mampu Dapat Didaftarkan Lewat Program Donasi

Jaminan Kesehatan Nasional juga merambah warga tak mampu

Solopos.com, SLEMAN — Sebanyak 180 warga tidak mampu diikutkan program donasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) BPJS Kesehatan Sleman. Program donasi tersebut bisa dilakukan oleh perseorangan ataupun badan usaha.

Kepala BPJS Kesehatan Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, saat ini baru ada empat badan usaha yang mendaftarkan warga tidak mampu menjadi peserta JKN KIS. Mereka menuangkan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) badan usaha.

“Baru ada empat pengusaha optik yang ikut program donasi ini dengan mengcover 180 jiwa dari keluarga tidak mampu,” katanya usai penandatangan MoU dengan badan usaha untuk program donasi JKN-KIS, Jumat (28/7/2017).

Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah badan usaha yang ada di Sleman. Tercatat jumlah peserta JKN-KIS dari badan usaha di Sleman sebanyak 1.500 perusahaan. Masih ada sekitar 200 perusahaan yang belum menjadi peserta.

“Program donasi ini bukan paksaan. Namun kami berharap bisa menjadi inspirasi bagi badan usaha ataupun perseorangan untuk ikut membantu mereka yang tidak mampu menjadi peserta JKN KIS,” harapnya.

Menurut Janoe, pprogram tersebut bisa diikuti secara perorangan atau Badan Usaha atau lembaga lain. Program ini untuk memupuk kepedulian dengan mendaftarkan keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk menjadi peserta JKN-KIS. “Kami sudah sosialisasikan program ini ke gereja-gereja dan kalangan pondok pesantren. Mereka menilai positif untuk bersama-sama membantu keluarga tidak mampu,” katanya.

Selain oleh empat pengusaha Optik tersebut, program donasi sudah dilakukan oleh seluruh karyawan BPJS Kesehatan Sleman dan Kulonprogo. Masing-masing karyawan minimal mendonasikan pendapatannya untuk dua warga yang tidak mampu menjadi peserta JKN-KIS. Bahkan, katanya ada yang mampu mengcover 10 KK. “Dari jumlah penduduk miskin yang ada, yang baru tercover program JKN KIS lewat integrasi Jamkesda baru 68.000 orang untuk Sleman dan 20.000 orang untuk Kulonprogo,” jelasnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) DIY Muhamad Arifin mengatakan, total 15 pengusaha optik yang mengikuti program donasi ini. Sebelas pengusaha di Jogja dan empat di Sleman. Adapun jumlah warga yang tercover program ini di wilayah Jogja tercatat 770 orang dan di Sleman 180 orang. “Kami masih memiliki 130 anggota pengusaH optik di DIY. Ini akan menjadi pilot project akan kami sampaikan pada Rakernas Gapopin pada September mendatang,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…