Seorang polisi menjaga ruang bedah tempat Sri Pujiastutik, 35, dirawat, Jumat (28/7/2017) sore. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Seorang polisi menjaga ruang bedah tempat Sri Pujiastutik, 35, dirawat, Jumat (28/7/2017) sore. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Sabtu, 29 Juli 2017 15:45 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Istri Satpol PP Sragen yang Babak Belur di Alas Karet Selamat, Tapi Bayinya Meninggal

Bayi wanita yang ditemukan babak belur di alas karet meninggal dunia.

Solopos.com, SRAGEN — Bayi Sri Pujiastutik, 35, seorang pegawai negeri sipil (PNS) RSUD Sragen yang ditemukan dalam kondisi babak belur dan wajah berlumuran darah di alas karet wilayah Kecamatan Kedawung Sragen, meninggal dunia, Jumat (28/7/2017) malam.

Sri Pujiatutik adalah istri dari Agus Supriyo, 44, PNS Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen yang ditemukan gantung diri di rumah warga di Dukuh Kuwut RT 011, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jumat pagi kemarin. (baca: Anggota Satpol PP Sragen Tewas Gantung Diri di Rumah Warga Sambirejo)

Informasi meninggalnya bayi laki-laki itu diterima Polsek Kedawung, Sragen, berdasarkan informasi dari petugas RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kabar meninggalnya bayi itu disampaikan Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman setelah mendapat informasi dari teman satu kantor Sri Pujiastutik yang juga PNS di RSUD Sragen, Sabtu (29/7/2017).

Bambang Susilo menyampaikan Sri Pujiastutik yang merupakan warga Sumengko RT 001/RW 012, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen, selamat. Sebelumnya kandungan Sri Pujiastutik yang berumur hampir sembilan bulan itu melemah. Kelahiran bayi itu diprediksi pada pertengahan Agustus mendatang. Karena kandungan Sri Pujiatutik lemah kemudian dilakukan operasi untuk menyelamatkan bayi.

“Bayinya meninggal setelah kandungan korban dioperasi oleh tim dokter RSUD. Kalau ibunya baik dan sudah bisa diajak komunikasi. Kendati demikian polisi belum bisa memintai keterangan korban atas peristiwa yang menimpanya,” ujar Bambang saat dihubungi solopos.com, Sabtu siang.

Sebelumnya Sri Pujiastutik ditemukan dua orang bocah tergetelak dengan muka penuh darah di alas karet milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Kerjo Arum, Dukuh Gentong, Desa/KecamatanKedawung, Sragen, Jumat pukul 14.00 WIB. (baca juga: Istri Anggota Satpol PP Sragen yang Gantung Diri Ditemukan Babak Belur di Alas Karet)

Sebelumnya, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasatreskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo menyatakan dugaan sementara, Sri Pujiatutik merupakaan korban penganiayaan. Menurut dia, kasus tersebut ditangani Polsek Kedawung. Dia mengatakan Satreskrim membantu mencari saksi-saksi dan sudah dua orang saksi dari Sambirejo yang dimintai keterangan.

“Dugaan sementara pelaku penganiayaan itu dilakukan oleh suami korban sendiri sebelum bunuh diri. Saat ditemukan di alas karet korban sempat menyebut suami kula…suami kula… Motif penganiayaan belum diketahui. Dari hasil keterangan para saksi, motifnya diduga karena masalah keluarga,” ujar Kasatreskrim, Jumat.

Dimas menyampaikan pihaknya menduga Tutik dianiaya dengan menggunakan linggis karena ada bercak darah di besi itu. Lokasi ditemukannya korban itu berjarak 200 meter dari jalan raya. “Kami masih menyelidiki kasus itu dan meminta keterangan saksi-saksi,” tambah dia.

 

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…