Dian Sasmita Dian Sasmita (Istimewa)
Sabtu, 29 Juli 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Menghentikan Perundungan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (25/7/2017). Esai ini karya Dian Sasmita, Direktur Sahabat Kapas, lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada perlindungan anak. Alamat e-mail penulis adalah dianmiyoto@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Sepekan terakhir dua video perundungan yang dilakukan sekelompok mahasiswa di Jakarta dan yang dilakukan pelajar sekolah menengah pertama menjadi viral di media sosial dan jadi pembicaraan di dunia nyata.

Miris adalah satu kata yang muncul seketika kala melihat tayangan tersebut. Video tersebut telah dibagikan oleh ribuan orang melalui berbagai platform media sosial.

Di laman akun media sosial saya terdapat lebih dari 10 orang yang membagikan video itu setiap hari dalam sepekan terakhir. Saya dipaksa ikut menontonnya.

Video tersebut bagi sebagian orang pasti membangkitkan ingatan masa lalu, pengalaman menjadi korban cemoohan karena kondisi fisik yang berbeda dan kekerasaan yang dilakukan senior di sekolahan atau kampus.

Dua pengalaman tersebut sangat tidak mengenakkan. Menghantui masa remaja. Selain membangkitkan memori buruk, video tersebut juga berdampak tidak baik pada penontonnya.

Tayangan yang sama dan hadir berulang-ulang akan memengaruhi alam bawah sadar penontonnya, termasuk tayangan kekerasaan. Jika penonton tersebut memiliki tingkat kognitif yang baik tentu tidak menjadi masalah.

Jika yang menonton adalah remaja tanpa pendampingan orang dewasa, bisa jadi dia akan mendapatkan pemodelan  baru yang menarik untuk ditiru. Siklusnya diawali dari melihat, kemudian mengamati, dan mencontohnya.

Perundungan adalah padanan kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk bullying. Maknanya adalah proses, cara, perbuatan merundung (mengganggu terus-menerus) seseorang dengan menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi, sasarannya jamaknya adalah orang yang lebih lemah.

Perundungan dapat dilakukan secara fisik, verbal, sosial, dan dunia maya (siber). Ihwal perundungan bukan berita baru. Praktik demikian selalu berulang karena pemahaman kita tentang apa itu perundungan dan aksi mencegahnya masih minim.

Selanjutnya adalah: baru tiga tahun terakhir  banyak diskusi…

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…