Ilustrasi industri kreatif (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ilustrasi industri kreatif (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Sabtu, 29 Juli 2017 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Bank Indonesia Dorong Perbankan Dampingi Industri Kreatif

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong kalangan perbankan mendampingi industri kreatif.

Solopos.com, SEMARANG — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong kalangan perbankan setempat mendampingi industri kreatif sehingga bisa terus tumbuh. “Dari sisi penyaluran kredit, dengan industri yang terus tumbuh artinya kemampuan mereka untuk mengembalikan kredit akan lebih terjaga,” kata Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kanwil Provinsi Jawa Tengah Dian Nugraha di Kota Semarang, Jumat (28/7/2017).

Ia mengatakan terkait dengan penyaluran kredit tersebut, secara khusus BI memiliki strategi penyelesaian, di antaranya restrukturisasi dan pendampingan. “Terutama mengenai pendampingan ini sangat dibutuhkan oleh sebuah bisnis atau usaha karena di setiap usaha pasti mengandung risiko, ini perlu dipahami baik oleh pelaku industri kreatif maupun perbankan,” katanya.

Selain itu, pihaknya berharap dengan adanya pendampingan dari perbankan kepada pelaku industri kreatif, pelaku industri kreatif dapat makin mudah mengakses penyaluran kredit. Sementara itu, mengenai akses penyaluran kredit tersebut, belum lama ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar seri kelas keuangan (SKK) di Kota Semarang.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan kegiatan bimbingan teknis merupakan salah satu bentuk kegiatan Bekraf, yaitu mempertemukan para pelaku UKM dengan perbankan baik yang konvensional maupun syariah. Fadjar mengatakan saat ini kendala yang dialami oleh pelaku UKM adalah kesulitan permodalan.

“Selama ini dari sudut pandang UKM terhadap perbankan, kita tahu perbankan punya disiplinnya sendiri mengenai prinsip kehati-hatian, persoalan kolateral,” katanya.

Menurut dia, persoalan utama lebih kepada ketidakmampuan pelaku UKM untuk mengelola keuangannya. “Karena sering terjadi usahanya secara bisnis bukan bangkrut tetapi ada persoalan keuangan, masih campur antara keuangan pribadi dengan bisnis,” katanya.

Bank Indonesia berharap dengan adanya keterlibatan dari pihak perbankan, ke depan kendala serupa tidak lagi menimpa pelaku UKM—khususnya yang bergelut di industri kreatif—Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…