Ilustrasi penangkapan pelaku kejahatan. (Hengky Irawan/JIBI/Harian Jogja) Ilustrasi penangkapan. (Hengky Irawan/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 29 Juli 2017 17:00 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

2 Pria Diamankan Polisi karena Disangka Memaksa Kades Beli Buku Tipikor

Polisi mengamankan dua orang yang diduga menjual buku secara paksa.

Solopos.com, SUKOHARJO — Anggota Polsek Mojolaban, Sukoharjo, mengamankan dua pria disangka wartawan abal-abal yang menjajakan buku berjudul Tipikor secara paksa. Namun setelah dilakukan pemeriksaaan, mereka akhirnya dilepaskan karena polisi tak mendapatkan cukup bukti untuk melakukan penahanan.

Kedua pria itu bernama Abdul Rois, 23, seorang mahasiswa asal Desa Mojosari RT 030/RW 004, Kecamatan Susukan, Kota Cirebon, Jawa Barat, dan Riyanto Raharjo, 24, warga Desa Ranca Mulya RT 003/RW 004, Kecamatan Susukan, Kota Cirebon, Jabar.

Pernyataan itu disampaikan Kapolsek Mojolaban, AKP Priyono, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (29/7/2017). “[Keduanya] sudah dilepaskan karena tidak cukup bukti untuk melakukan penahanan. Keduanya diamankan di Balai Desa Cangkol, Jumat [28/7/2017] kemarin,” kata dia.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Sabtu, kedua pria itu diamankan polisi pada Jumat sekitar pukul 08.30 WIB saat menjajakan majalah di Balaidesa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Awalnya kedua pria itu melakukan tindak pemaksaan terhadap kepala desa (kades) dengan modus menjual buku Tipikor dengan harga Rp250.000.

Kasubbag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto, menambahkan modus jual buku dengan cara memaksa kepala desa terungkap dari grup medsos Mojolaban Family yang beranggotakan para kepala desa dan pimpinan Forum Koordinasi Kecamatan Mojolaban.

Grup itu menginformasikan ada dua orang berseragam dinas memaksa membeli buku Tipikor. “Pola penjualan dengan sistem memaksa. Satu buku dijual Rp250.000. Di grup Mojolaban Family muncul share Kepala Desa Kragilan diminta membayar Rp500.000,” kata dia.

Kemudian di grup muncul imbauan agar seluruh kades mewaspadai modus jual buku tersebut.

“Di grup Mojolaban Family muncul posting pemberitahuan Kepada Seluruh Kades, Apabila yang belum didatangi oknum tersebut apabila datang ke kantor langsung hubungi Kapolsek. Jumat sekitar pukul 08.30 WIB, Kepala Desa Cangkol, Sriyono menelepon Kapolsek [Mojolaban, AKP Priyono] menginformasikan oknum wartawan abal-abal berada di Balaidesa Cangkol. Kapolsek meminta Kanit Reskrim Polsek Mojolaban, Iptu Hadi dan anggota untuk menjemput dan mengamankan keduanya. Dari klarifikasi terhadap kedua pelaku polisi tidak cukup bukti untuk menahannya,” jelasnya.

 

lowongan kerja
lowongan kerja CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menghentikan Perundungan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (25/7/2017). Esai ini karya Dian Sasmita, Direktur Sahabat Kapas, lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada perlindungan anak. Alamat e-mail penulis adalah dianmiyoto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Sepekan terakhir dua video perundungan yang dilakukan sekelompok mahasiswa di…