Sedimentasi di Bendung Karet, Tirtonadi, Solo, Jumat (24/4/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) Sedimentasi di Bendung Karet, Tirtonadi, Solo, Jumat (24/4/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 28 Juli 2017 18:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PROYEK BENDUNG KARET TIRTONADI
BBWSBS Minta Relokasi Warga Bantaran Kali Pepe Kelar Agustus

BBWSBS mendesak Pemkot Solo menyelesaikan relokasi warga terdampak proyek bendung karet Tirtonadi pada Agustus.

Solopos.com, SOLO — Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mendesak Pemkot Solo menyelesaikan relokasi warga bantaran Kali Pepe yang terdampak proyek bendung karet Tirtonadi pada Agustus nanti. Jika molor, anggaran puluhan miliar rupiah untuk proyek itu terancam hangus.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai III BBWSBS, Arlendenovega, mengatakan proyek pembangunan bendung karet Tirtonadi sebagai salah satu upaya pengendalian banjir kawasan Solo utara belum berjalan optimal. Belum kelarnya program relokasi warga di bantaran Kali Pepe dan Kali Anyar menjadi penyebabnya. (Baca juga: 195 Hunian di Bantaran Kali Pepe Dipindahkan ke Jeruksawit)

“Koordinasi terakhir kami dengan Pemkot, Senin [24/7/2017] kemarin, program relokasi belum selesai,” kata dia, Jumat (28/7/2017).

Dalam kesempatan itu, BBWSBS meminta Pemkot segera merampungkan program relokasi. Ditargetkan pertengahan Agustus nanti bantaran sudah bebas dari hunian. Molornya program relokasi dikhawatirkan bakal berdampak pada pelaksanaan proyek serta anggaran.

Pembangunan bendung karet Tirtonadi dikerjakan multiyears mulai 2016 hingga 2018 dengan skema penganggaran terbagi dalam beberapa tahapan. “Tahun ini tahap II dengan anggaran yang dikucurkan Rp70 miliar,” terangnya.

Namun, hingga kini anggaran yang terserap baru mencapai 40% dari total Rp70 miliar tersebut. Padahal jika merujuk aturan Menteri Keuangan (Menkeu), anggaran pembangunan harus terserap 100% pada setiap akhir tahun anggaran.

Setiap anggaran yang tidak terserap akan kembali ke kas negara. Anggaran tersebut tidak bisa lagi dikucurkan untuk dilanjutkan di tahun berikutnya. Dengan kondisi ini, anggaran pembangunan harus 100% terserap pada tiap tahun anggarannya.

Namun sayangnya pelaksanaan pembangunan kini masih terkendala belum kelarnya program relokasi warga oleh Pemkot. Saat ini, dia mengatakan pembangunan terpaksa dikerjakan di lokasi yang bebas hunian. Beberapa kegiatan itu di antaranya pengerjaan tugu bendung karet Tirtonadi serta normalisasi hulu Kali Pepe.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Pemkot agar program relokasi warga bisa dipercepat,” pintanya.

Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan akan mempercepat penyelesaian program relokasi warga bantaran di Kali Pepe yang terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi. “Proses relokasi sekarang sedang berjalan di Pokja [kelompok kerja]. Kita juga berharap itu [relokasi] bisa dipercepat,” kata dia.

Ketua Pokja Relokasi Nusukan Joko Santoso belum bisa memastikan kapan program relokasi kelar. Saat ini proses relokasi ke Jeruksawit dalam tahap pematangan desain.

Selain itu, Pokja juga telah merampungkan verifikasi data nama calon penerima, serta penerbitan Surat Keputusan (SK) Wali Kota sebagai penerima hibah dana bantuan sosial.

 

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…