Semin saat dikukuhkan sebagai profesor di Kampus Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya, Rabu (26/7/2017). (Istimewa) Semin saat dikukuhkan sebagai profesor di Kampus Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya, Rabu (26/7/2017). (Istimewa)
Jumat, 28 Juli 2017 07:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KISAH INSPIRATIF
Anak Petani Boyolali Perancang Kapal Militer Raih Gelar Profesor

Kisah inspiratif ini datang dari seorang anak petani Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Seorang anak petani miskin asal Desa Temon, Simo, Boyolali, Semin, 46, meraih gelar profesor bidang Ilmu Teknik Sistem Perkapalan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Gelar profesor ini menjadi kado terindah Semin setelah sembilan bulan sebelumnya ia dinobatkan sebagai guru besar bidang teknik sistem perkapalan di kampus ITS.

Kepada Solopos.com, Kamis (27/7/2017), Semin menjelaskan pengukuhan profesor itu dilakukan di Grha Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Rabu (26/7/2017) lalu. Semin tercatat sebagai profesor ke-116 dalam bidang Ilmu Teknik Sistem Perkapalan.

Dalam orasi ilmiah pengukuhannya, dosen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini mengambil judul Aplikasi Bahan Bakar Gas Pada Armada Maritim. “Saat ini bahan bakar minyak sudah mulai menipis, sedangkan potensi bahan bakar gas masih melimpah dan belum banyak dimanfaatkan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com.

Menurut Semin, pemanfaatan bahan bakar gas di dunia maritim akhir-akhir ini mulai dilakukan dengan tujuan mengurangi biaya operasional armada maritim dan mengurangi emisi di laut.

“Hal itu karena harga dan tingkat emisi bahan bakar gas lebih rendah dibanding harga bahan bakar minyak,” terang ayah dua anak ini.

Adapun jenis bahan bakar gas yang dimaksud Semin adalah CNG alias Compressed Natural Gas, yaitu gas alam yang dalam penyimpanannya dipampatkan. “Bahan bakar gas CNG dapat dijadikan pengganti bensin dan solar karena sifatnya yang ramah lingkungan. Selain itu, harganya juga relatif murah dan teknologi penyimpanannya cukup sederhana,” tutur suami dari Anggraheni Tyas Utami ini.

CNG, kata Semin, merupakan gas alam yang tidak berbau, tidak berwarna, dan lebih ringan ketimbang udara sehingga akan menguap ke atas jika terjadi kebocoran. Dengan demikian, bencana kebakaran akibat penggunaan CNG sifatnya minimum.

Kelebihan lainnya adalah CNG tidak akan mencemari air atau tanah jika terjadi kecelakaan. Catatan Solopos.com, meski anak seorang petani miskin, Semin cukup cemerlang prestasinya. Sederet gelar ia raih, yakni Prof. Semin, S.T., M.T., Ph.D., C.Eng., M.I.Mar.EST.

Semin dikenal sebagai guru besar ITS lantaran kontribusi nyatanya dalam membidani lahirnya sejumlah kapal militer Republik Indonesia (RI). Terakhir, Semin bersama sejumlah rekannya membikin kapal hovercraft, sejenis kapal yang bisa melayang di atas permukaan air sekaligus di permukaan pasir pantai.

Kapal itu didesain menyalurkan bantuan bencana kemanusiaan di lokasi-lokasi tersulit yang tak memiliki dermaga. “Saya memang lebih tertantang untuk membuat kapal-kapal militer,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Semin bukanlah anak keluarga berada. Dia lahir dari keluarga buruh tani dan terlatih hidup pas-pasan. Ketika teman-teman sebayanya di SMPN 1 Simo bisa leluasa membeli buku pelajaran dan mengikuti les tambahan, Semin hanya bisa angon kambing.

 

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…