Wawan Prasetia Anggota DPRD Sleman saat memberikan telur kepada Siskardiyo di Musolla Al-Iklas Denggung, Kamis (27/7). (Foto istimewa) Wawan Prasetia Anggota DPRD Sleman saat memberikan telur kepada Siskardiyo di Musolla Al-Iklas Denggung, Kamis (27/7). (Foto istimewa)
Jumat, 28 Juli 2017 12:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Harga Garam Tak Pengaruhi Peternak Ayam

Selain harga garam yang melambung, harga telur juga mengalami kenaikan

Harianjogja.com SLEMAN- Selain harga garam yang melambung, harga telur juga mengalami kenaikan. Tingginya kenaikan telur ayam disebabkan naiknya permintaan di pasaran.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta Hari Wibowo mengatakan kenaikan harga telur saat ini lebih disebabkan masalah permintaan yang meningkat di pasaran. “Jadi kenaikan harga garam tidak berpengaruh signifikan untuk biaya produksi ayam dan telur ayam,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (27/7/2017).

Hari menambahkan, pakan ayam hanya menggunakan garam untuk memenuhi kebutuhan electrolit kurang dari 1%. Dengan begitu, peternak ayam pedaging dan petelur ayam tidak bermasalah dengan kenaikan harga garam. “Bulan-bulan ini banyak yang menggelar hajat, pernikahan atau kegiatan lainnya. Jadi permintaan telur naik,” ujarnya.

Saat ini, harga telur di pasaran antara Rp24.000 hingga Rp25.000 perkilogram atau mengalami kenaikan antara Rp4.000 hingga Rp5.000 untuk setiap kilonya. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan dari Anggota DPRD Sleman Wawan Prasetia.

“Secara pribadi saya pun membagikan telur kepada warga khususnya lansia sejak dua pekan terakhir,” katanya.

Pembagian telur tersebut dilakukan usai salat subuh kepada jemaah di sejumlah musala dan masjid. Hal itu dilakukan untuk membantu warga dan memasyarakatkan budaya memakan telur. “Saya sediakan 15kg atau satu krat untuk dua hari. Satu krat berisi 270 butir,” katanya di Musolla Al-Iklas Denggung.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…