News
Kamis, 27 Juli 2017 - 09:59 WIB

KURS RUPIAH : Spot Dibuka Menguat 25 Poin di 13.313/US$

Redaksi Solopos.com  /  Jafar Sodiq Assegaf  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis (27/7/2017) dibuka menguat 25 poin.

Solopos.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini, Kamis (27/7/2017) dibuka menguat 25 poin aatau 0,19% ke level Rp13.313 per dolar AS.

Advertisement

Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (26/7/2017), seiring dengan depresiasi mayoritas mata uang lainnya di Asia akibat terbebani penguatan dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 0,08% atau 11 poin di Rp13.338 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,06% atau 8 poin di posisi 13.335. Sepanjang perdagangan Rabu, rupiah bergerak di kisaran Rp13.325 – Rp13.343 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu bersama dengan mayoritas mata uang lainnya di Asia. Won Korea Selatan memimpin pelemahan kurs Asia hari ini dengan 0,58%, diikuti oleh peso Filipina sebesar 0,18% dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,1%.

Advertisement

Won melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia lainnya akibat terbebani oleh rebound dolar AS pekan ini, di tengah penantian investor akan keputusan pertemuan kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (FOMC).

“Sepertinya terdapat sejumlah pelaku pasar yang melepaskan posisi penjualan dolar menjelang rilis keputusan FOMC, sehingga membebani mata uang regional,” ujar Koji Fukaya, chief executive officer FPG Securities, seperti dikutip dari Bloomberg.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau menguat 0,15% atau 0,143 poin ke 94,197 pada Rabu sore pukul 16.52 WIB.

Advertisement

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,04% atau 0,040 poin di level 94,094, setelah pada perdagangan Selasa berakhir menguat 0,08% di posisi 94,054.

Dolar AS menguat setelah Senat AS mengeluarkan sebuah mosi untuk melanjutkan pencabutan Undang-Undang Layanan Kesehatan yang sedang diupayakan oleh Trump dan Partai Republik.

Analis strategi mata uang Scotia Capital, Shaun Osborne, mengatakan pasar juga mulai mendapat dorongan menjelang pengumuman dari Federal Reserve pada akhir pertemuan kebijakan Rabu hari ini

The Fed memulai pertemuannya hari Selasa dan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya saat ini. “Namun, investor akan mencari prospek pemangkasan kepemilikan obligasi senilai US$4,5 triliun,” kata Eric Nelson, analis mata uang di Wells Fargo, seperti dikutip dari Reuters.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif