Luis Milla bersama Timnas U-22. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Rabu, 26 Juli 2017 20:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Indonesia Share :

Timnas Indonesia U-22 Mengincar Prestasi di SEA Games 2017

Timnas Indonesia U-22 bersiap menghadapi SEA Games 2017.

Solopos.com, JAKARTA – Setelah gagal melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2018, Timnas Indonesia U-22 menargetkan prestasi di ajang SEA Games. Pelatih Luis Milla menyebut ada harapan untuk menggapai target tersebut.

Timnas U-22 gagal ke putaran final Piala Asia U-23 setelah hanya mampu finis di posisi ketiga pada babak kualifikasi. Evan Dimas dkk. mengumpulkan empat poin dari tiga kali bertanding, berada di bawah Malaysia dan Thailand.

Pada laga pertama, Indonesia menyerah 0-3 dari Malaysia. Harapan kemudian muncul setelah mereka menang 7-0 atas Mongolia. Namun di partai terakhir, mereka hanya meraih hasil imbang 0-0 melawan Thailand. Padahal, Timnas U-22 dituntut untuk menang.

“Dari tiga pertandingan bisa kita lihat kekurangan dan kelebihan tim ini. Ada kelebihan yang harus diapresiasi yakni talenta dan sikap pekerja keras dari masing-masing pemain,” kata Luis Milla seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Rabu (26/7/2017).

Garuda Muda selanjutnya akan bertanding di ajang SEA Games 2017 di Malaysia, pertengahan Agustus mendatang. Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.

Untuk mempersiapkan diri tampil di SEA Games 2017, Luis Milla membubarkan skuatnya selama sepekan. Mereka akan kembali berlatih pada 5 Agustus 2017 nanti. “Kami punya mimpi untuk berprestasi di SEA Games dan kami punya harapan di mana tim ini masih bisa terus berkembang,” terang Milla.

Indonesia sudah dua kali meraih medali emas SEA Games di cabang sepak bola, yakni pada 1987 dan 1991. Timnas Indonesia U-22 juga berhasil menyabet empat medali perak dan tiga perunggu pada ajang SEA Games.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…