Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)
Selasa, 25 Juli 2017 23:30 WIB Rio Sandy/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Masih Berkutat dengan Kereta Cepat, Jokowi Bandingkan Hyperloop

Jokowi menyebut Indonesia masih berkutat dengan kereta cepat, namun negara lain sudah sampai hyperloop.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin proyek kereta cepat menjadi momentum perubahan dalam pelayanan transportasi massal Tanah Air.

Presiden menyadari pelayanan transportasi massal di Indonesia, terutama di kawasan perkotaan dan antarkota, masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara yang lain.

Pemerintah, lanjutnya, masih berkutat soal pembahasan proyek kereta cepat, tetapi negara lain sudah sampai teknologi hyperloop. Hyperloop merupakan alat transportasi berbentuk tabung yang berfungsi sebagai pengantar gerbong-gerbong seperti kereta yang kecepatannya bisa mencapai 1.300 km per jam.

“Oleh sebab itu kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan high speed train saya ingin mendengar laporan mengenai perkembangan di lapangan, baik untuk yang Jakarta-Bandung maupun rencana Jakarta-Surabaya,” kata Presiden Jokowi dalam pengantar rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (25/7/2017).

Dia menambahkan dalam pembangunan transportasi massal, baik berupa MRT, LRT, dan yang lain-lain. Pemerintah harus berani mengejar ketertinggalan itu dan berpikir jauh kedepan karena teknologi transportasi saat ini berkembang dengan cepat.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…