Foto ilustrasi: Membedong bayi memiliki banyak manfaat. (techcrunchy.com) Membedong bayi memiliki banyak manfaat. (techcrunchy.com)
Senin, 24 Juli 2017 08:00 WIB Women Share :

TIPS PARENTING
Ini Sederet Membedong Bayi

Membedong bayi memiliki sejumlah manfaat.

Solopos.com, SOLO — Bunda, apakah ada punya kebiasaan membedong bayi Anda yang baru lahir? Ternyata membedong bayi memiliki sejumlah manfaat.

Kendati demikian ada beberapa wanita tidak mau membedong buah hati mereka lantaran tidak tega melihat si anak menangis, ingin anaknya bebas bergerak atau mungkin tidak ingin anaknya kepanasan.

Namun, sejumlah penelitian medis ternyata menemukan manfaat bedong bayi. Apa sajakah manfaatnya? Dikutip Preciouslittlesleep, Senin (14/3/2017), berikut ini manfaatnya:

Mengurangi risiko sindroma kematian bayi mendadak
Pada 2007 Journal of Pediatrics melakukan meta-studi penelitian tentang bedong bayi. Salah satu hasil positifnya adalah bedong mengurangi risiko sindroma kematian bayi mendadak.

Untuk keselamatan, jangan biarkan bayi tidur dengan posisi telungkup. Hal ini akan meningkatkan risiko sindroma kematian bayi mendadak.

Menenangkan bayi
Bedong bayi dapat membantu menidurkan bayi yang rewel. Selain itu, bedong ini juga dapat mencegah jari bayi melukai bagian kulitnya.

Melatih gerakan
Banyak orang merasa, bayi yang baru lahir perlu bebas menggerakkan tangan dan kakinya. Namun tahukah Anda, bedong justru membantu mereka untuk melatih keterampilan motorik yang lebih baik. Bedong ini sangat membantu bagi bayi prematur.

Mengatasi tangisan bayi
Selain membantu teknik menenangkan, bedong juga mengurangi tangisan bayi hingga 28 persen.

Tidur bayi lebih nyenyak
Bayi baru lahir harus tidur lebih lama untuk tumbuh kembangnya. Namun sebuah penelitian mencatat, bayi yang dibedong cenderung tidur lebih nyenyak. Studi yang dipublikasikan ini menemukan fakta bedong membantu bayi untuk tidur lebih lama dan efektif.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…