Pekerja memindahkan tebu dari lori ke truk di PG Pagottan di Madiun untuk kemudian dikirimkan ke pabrik gula lain milik PTPN XI, Minggu (23/7/2017). PG Pagottan berhenti beroperasi akibat evaporator meledak dan mengakibatkan tiga pekerja terluka, Jumat (21/7/2017). (Miftahul Ulum/JIBI/Bisnis) Pekerja memindahkan tebu dari lori ke truk di PG Pagottan di Madiun untuk kemudian dikirimkan ke pabrik gula lain milik PTPN XI, Minggu (23/7/2017). PG Pagottan berhenti beroperasi akibat evaporator meledak dan mengakibatkan tiga pekerja terluka, Jumat (21/7/2017). (Miftahul Ulum/JIBI/Bisnis)
Senin, 24 Juli 2017 21:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PTPN XI Investigasi Kasus Ledakan Evaporator di PG Pagottan Madiun

Kasus ledakan evaporator di PG Pagottan Madiun diinvestigasi.

Solopos.com, MADIUN — PT Perkebunan Nusantara XI membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi internal terkait meledaknya pan penguapan atau evaporator di Pabrik Gula Pagottan di Kabupaten Madiun yang melukai tiga karyawan.

“Tim tersebut nantinya terdiri dari manajemen kantor pusat serta tim Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3),” kata Sekretaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Agus Priambodoujar kepada wartawan di Madiun, Senin (24/7/2017).

Agus mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab meledaknya pan penguapan tersebut. Pihak perusahaan belum dapat melakukan penyelidikan internal karena lokasinya masih dipasang garis polisi.

Diberitakan, evaporator PG Pagottan di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, meledak pada Jumat (21/7/2017) malam saat pergantian jam kerja. Peristiwa tersebut membuat tiga karyawan mengalami luka bakar serius dan menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Di sisi lain, PTPN XI menggandeng kepolisian guna mengungkap penyebab meledaknya pan tersebut. Agus memastikan evaporator milik Pabrik Gula Pagottan yang meledak hingga melukai tiga karyawan itu dalam kondisi baik.

Dia menjelaskan pada saat meledak, pan sedang dalam proses pembersihan. Sehingga hanya berisi air dan bukan nira.

“Pembersihan itu bertujuan untuk membersihkan kerak nira yang tertinggal saat proses pembuatan gula. Sesuai dengan SOP, proses penguapan air untuk pembersihan berjalan selama 10 jam, namun itu baru empat jam sudah meledak,” kata dia.

Agar tidak mengganggu target produksi gula, proses penggilingan tebu wilayah kerja PG Pagottan akan dilakukan di pabrik gula sesaudara. Di antaranya di PG Rejosari, PG Purwodadi, dan PD Sudhono selama proses perbaikan di PG Pagottan berlangsung.

Adapun, PG Pagottan pada musim giling 2017 ditargetkan memproduksi sebanyak 3.700 kuintal gula. Dari jumlah tersebut baru terealisasi sebesar 1.300 kuintal gula.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…