Nadine Knect mencoba pijat ular piton di salon Haar Mode Team (Ruptly) Nadine Knect mencoba pijat ular piton di salon Haar Mode Team (Ruptly)
Jumat, 21 Juli 2017 00:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Tak Biasa, Salon Ini Tawarkan Layanan Pijat Piton

Salon Haar Mode Team menawarkan pijat leher yang dilakukan oleh piton.

Solopos.com, DRESDEN – Layanan pijat dan relaksasi menjadi penambah daya tarik sebuah salon. Layanan tambahan tak biasa dihadirkan oleh pengelola Salon Haar Mode Team. Salon yang berlokasi di Dresden, Jerman itu menawarkan pijat leher dengan memanfaatkan piton.

Dikutip dari Hufftingtonpost, Rabu(19/7/2017), Salon Haar Mode Team menawarkan layanan pijat leher oleh seekor piton. Ular tersebut bernama Monty yang merupakan ular peliharaan pemilik salon, Falk Dohler. Ia menegaskan Monty sudah dilatih untuk melakukan pijatan, sehingga dijamin Falk ular tersebut tidak akan melilit.

Berdasarkan keterangan salah satu pelanggan bernama Nadine Knect, ia merasa nyaman dan hangat saat dipijat Monty. “Awalnya saya merasa takut. Kupikir kulit ular akan terasa dingin. Ternyata hangat dan nyaman saat mulai memijat,” ucap Nadine kepada Ruptly TV yang dikutip Hufftingtonpost.

Meski demikian, apa yang dilakukan Falk menuai kontroversi. Kurator di tempat penangkaran reptil Reptile Garden, Dakota Selatan, Amerika Serikat, Terry Phillip meragukan Monty sudah dilatih. Menurut Terry apa yang dilakukan Monty adalah hal yang biasa dilakukan piton, yaitu melilit.

Ular itu hanya melakukan apa yang biasa dilakukan piton, itu bukan pijatan,” ucap Terry.

Meski menuai kontroversi, pijat leher yang ditawarkan Salon Haar Mode Team terbilang laris. Pelanggan harus memesan beberapa pekan sebelumnya karena Monty hanya bekerja dua hari tiap pekan. Satu sesi pijat leher bersama Monty dikenakan biaya US$38 atau sekitar Rp506.000.

 

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…