Pemasangan guiding block jalur khusus tunanetra di trotoar di Kota Lama, Semarang, Jateng, Kamis (13/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Pemasangan guiding block jalur khusus tunanetra di trotoar di Kota Lama, Semarang, Jateng, Kamis (13/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Selasa, 18 Juli 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Kota Lama Semarang Undang Kementerian PUPR Benahi Drainase

Kota Lama Semarang mengundang perhatian Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membenahi drainase.

Solopos.com, SEMARANG — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membenahi sistem drainase di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah (Jateng). “Kami datang untuk melihat kondisi langsung drainase yang ada di kawasan Kota Lama,” kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida di Kota Semarang, Kamis (13/7/2017).

Saat meninjau kawasan Kota Lama Semarang, Rina didampingi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang. Rina mengakui banyak drainase di kawasan Kota Lama Semarang yang tersumbat sehingga perlu perbaikan untuk memperlancar aliran air yang disesuaikan dengan sistem polder yang ada di kawasan cagar budaya Kota Semarang tersebut.

Ia mengatakan perbaikan drainase itu hanya bagian kecil dari revitalisasi Kota Lama, tetapi kemungkinan bisa diikuti dengan kegiatan-kegiatan lainnya untuk mendukung pembenahan kawasan cagar budaya itu. “Untuk anggarannya, saya belum bisa menyebutkan pasnya karena baru saja saya ditugaskan Pak Menteri [Menteri PUPR]. Makanya, kami melihat dulu teknisnya seperti apa dan bagaimana,” katanya.

Setelah dikaji secara teknis, kata dia, Kementerian PUPR segera menetapkan anggaran untuk perbaikan drainase yang pada tahun ini langsung disusun perencanaannya untuk dilelangkan pada tahun ini. “Insya Allah, mulai tahun ini mulai kami susun perencanaan kemudian masukkan lelang untuk 2017 ini juga. Kalau untuk penyelesaiannya nanti dilakukan dengan sistem tahun jamak (multiyears, red.),” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita menyambut baik perhatian pemerintah pusat—khususnya Kementetian PUPR—ikut memperbaiki sistem drainase di kawasan Kota Lama. Dengan sistem drainase yang tertata baik, kata dia, tentunya akan semakin membuat kawasan yang penuh dengan bangunan cagar budaya peninggalan zaman Belanda itu menjadi semakin tertata dan bersih.

“Kota Lama akan menjadi destinasi wisata yang semakin nyaman dikunjungi wisatawan. Kami dari Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan penataan untuk mempercantik kawasan,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…