Asap mengepul dari bangunan yang terbakar saat pasukan Filipina menyerang militan Maute yang menguasai Kota Marawi, Jumat (16/6/2017). (JIBI/Solopos/Reuters/Romeo Ranoco)
Senin, 17 Juli 2017 16:01 WIB Rio Sandy/Adib Muttaqin Asfar/JIBI Politik Share :

Syafii Maarif Sebut ISIS Rongsokan Peradaban Arab

Syafii Maarif menyebut ISIS sebagai rongsokan peradaban Arab.

Solopos.com, JAKARTA — Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak mewakili agama. Bahkan, cendekiawan Ahmad Syafii Maarif menyebut ISIS sebagai puncak rongsokan peradaban Arab yang kalah dan gerakannya berbahaya bagi negara lain.

Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut mengatakan hal tersebut saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sayangnya, sebagian masyarakat Indonesia yang beragama Islam justru menganggap ISIS mewakili agama karena menggunakan Bahasa Arab.

“Tidak bisa, ini rongsokan. Masak dibiarkan begini, merusak Filipina, merusak di mana-mana,” kata Buya Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/7/2017).

Syafii mengaku telah menyampaikan hal ini kepada Presiden Jokowi berkali-kali. Menurutnya, gerakan ISIS sangat berbahaya. Bahkan, lanjutnya, negara-negara di kawasan Timur Tengah pun kewalahan menghadapi kelompok tersebut dan itu merupakan kesalahan mereka.

Isu dukungan atau pembiaran terhadap ISIS di Timur Tengah bahkan menjadi alasan utama di balik konflik diplomatik dua negara kaya, Arab Saudi dan Qatar. Saudi menuduh Qatar mendukung ISIS, termasuk keputusan Qatar membayar tebusan kepada ISIS untuk membebaskan warganya dari penyanderaan, juga dianggap sebagai bentuk dukungan kepada teroris.

Namun, dalam bocoran email Hillary Clinton beberapa waktu lalu, tertulis bahwa mantan Menlu AS itu mengetahui bahwa Arab Saudi dan Qatar sama-sama mendanai ISIS. Dalam dokumen itu, tertulis bahwa pemerintah Qatar dan Saudi memberikan dukungan dana rahasia dan logistik kepada Islamic State of Iraq and Levant (ISIL) atau ISIS.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…