Anas Urbaningrum dan Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay) Anas Urbaningrum dan Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Senin, 17 Juli 2017 19:39 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Hukum Share :

Setya Novanto Tersangka Korupsi E-KTP, Selanjutnya?

Setya Novanto akhirnya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua DPR Setya Novanto akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Kepastian penaikan status Setya Novanto dari saksi sebagai tersangka tersebut diumumkan langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Senin (17/7/2017).

Setya Novanto telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi baik di KPK maupun di persidangan terdakwa kasus korupsi e-KTP, yaitu Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman, dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto dan Sugiarto.

KPK menyatakan telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Hal itu diperoleh setelah KPK mencermati fakta persidangan Irman dan Sugiarto dalam kasus ini. Baca juga: Inilah Peran Setya Novanto & 2 Pejabat Kemendagri dalam Korupsi E-KTP.

“KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR 2009-2014 sebagai tersangka. SN diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kedudukan dan jabatannya, mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun dari paket pengadaan senilai Rp5,9 triliun dalam pengadaan KTP elektornik,” kata Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Agus menyatakan Setya Novanto melalui Andi Agustinus (AA) atau Andi Narogong diduga memiliki peran dalam perencanaan, penganggaran, dan pengadaan logistik pembahasan e-KTP. SN melalui AA diduga mengondisikan pengadaan barang dan jasa proyek e-KTP. Setya Novanto menjadi tersangka keempat yang telah ditetapkan KPK setelah Irman, Sugiarto, dan Andi Narogong.

April lalu, Setya Novanto dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi. Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku menghormati tindakan KPK yang meminta pencekalannya dan akan mendukung proses hukum yang berlaku.

“Masalah pencegahan di luar negeri, saya baru tahu tadi. Saya menghargai dan tentu apa pun yang diputuskan, saya sangat memberikan dukungan atas proses hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Novanto di Kompleks Parlemen, Selasa (11/4/2017).

Kali terakhir Setyo diperiksa oleh penyidik antirasuah sebagai saksi atas tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong pada Jumat (14/7/2017) lalu. Dia sempat dikepung mahasiswa UI yang berdemo di sekitar Gedung KPK.

Setya Novanto dianggap punya peran besar dalam proyek e-KTP. Namun, dia tak sendiri karena sederet nama anggota DPR periode 2009-2014 baik yang masih aktif DPR maupun yang sudah tidak menjabat, disebut menerima aliran dana seperti dibacakan jaksa di awal persidangan Irman dan Sugiarto.

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Hoaks

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Berita tentang Saracen, kelompok yang diduga sebagai salah satu pelaku penyebarluasan konten…