FOTO PERTANIAN GARAM _ Garam Nasional Harus Naik 1 Juta Ton
Senin, 17 Juli 2017 15:35 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

KOMODITAS PANGAN
 Sudah Beberapa Hari Tak Ada Pasokan Garam di Pasar Legi Solo

Komoditas garam di pasar tradisional Solo harganya semakin mahal karena stok minim.

Solopos.com, SOLO — Harga garam bata beryodium di Pasar Legi Solo kembali naik dari sebelumnya Rp20.000/kg menjadi Rp22.000/kg di tingkat pengecer, Senin (17/7/2017). Sejumlah pedagang eceran maupun grosiran mengaku sudah beberapa hari ini tak mendapat pasokan garam.

Salah satu pedagang di Pasar Legi, Sri Rahayu, mengatakan tiga hari lalu dia menjual garam bata beryodium Rp20.000/kg. Kini, dia menjual komoditas tersebut seharga Rp22.000/kg. Garam halus beryodium pun sama. Tiga hari lalu harganya Rp21.000/pak, kini harganya Rp24.000/pak.

“Ini pun saya jual stok lama. Dari gudang atau di tingkat grosir katanya enggak ada barang. Pembeli juga banyak yang protes karena harga garam naik lagi,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kiosnya, Senin.

Pedagang lain, Widati, berkata senada. Tiga hari lalu dia menjual garam bata beryodium seharga Rp20.000/kg. Kini dia terpaksa menaikkan harga garam bata beryodium menjadi Rp22.000/kg. Harga garam yang tinggi tersebut tak pelak membuat pembeli uring-uringan.

“Kemarin sempat ada yang protes karena harga garam naik lagi. Saya menanggapinya santai saja. Hla harga kulak garam juga naik lagi, belum lagi ditambah ongkos untuk upah buruh gendong. Kulak garam pun juga kesulitan karena kata distributornya enggak ada stok,” kata dia.

Tak hanya garam bata beryodium, Wisati juga menaikkan harga garam halus beryodium dari Rp22.000/pak menjadi Rp25.000/pak. Kenaikan harga garam halus beryodium juga telah berlangsung selama tiga hari.

Terpisah, salah satu penggrosir garam di Pasar Legi, Viki, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan garam sejak beberapa hari terakhir. Di tingkat grosir, dia menjual garam bata beryodium senilai Rp19.000/kg. Sepekan lalu masih Rp17.000/kg.

“Barangnya juga susah sekali didapat. Beberapa pabrik garam bilang sedang berhenti beroperasi sehingga saya dikasih tahu untuk tidak mengambil garam di pabrik tersebut. Alasannya kenapa saya juga enggak tahu,” kata dia.

Sebelumnya, Viki sempat memprediksi harga garam akan merangkak naik sejak anomali cuaca beberapa waktu lalu dan akan terkendali dengan dibukanya keran impor garam. Namun, di luar dugaannya, harga garam semakin merangkak naik dan pasokannya sulit didapat hingga kini.

“Beberapa jenis garam juga mengalami penyusutan saat di perjalanan. Sekarung garam dengan berat 50 kg [kilogram] sampai 60 kg bisa susut antara 2 kg sampai 5 kg. Beratnya susut karena petani atau produsen garam memanen garam ketika belum kering betul sehingga masih ada kandungan air di dalamnya dan beratnya jadi menyusut dalam perjalanan,” terang dia.

 

lowongan pekerjaan
SALES ENGINEER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Hoaks

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Berita tentang Saracen, kelompok yang diduga sebagai salah satu pelaku penyebarluasan konten…