Pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Senin, 17 Juli 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

Foto Kampung Bahari Tambaklorok 87%

Kampung Bahari Tambaklorok ditiang pancang.

Pekerja melakukan pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Pekerja melakukan pemasangan tiang pancang proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (15/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (15/7/2017), memasuki tahap pemansangan tiang pancang. Menurut kontraktor pelaksana, pembangunan kampung yang telah mencapai sekitar 87% dan menyisakan target waktu sekitar tiga bulan tersebut mengalami kendala sosial diantaranya adalah pembebasan lahan serta keluhan kebisingan oleh warga setempat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…